ADVERTISEMENT

Genjot Infrastruktur Butuh Duit Banyak, RI Pamer KPBU di G20

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 18 Feb 2022 19:15 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu infrastruktur merupakan faktor pendukung penting untuk mempercepat pertumbuhan.

Dalam rangka pembangunan infrastruktur tersebut pemerintah juga butuh pendanaan besar. Sebab anggaran negara tidak akan cukup, sehingga butuh keterlibatan swasta

Oleh sebab itu, diluncurkan program kerja sama pemerintah dengan badan usaha alias KPBU. Skema ini mendorong kemitraan dari sektor swasta dalam rangka pembangunan.

"Pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan memadai membutuhkan pendanaan yang besar. Anggaran pemerintah saja tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan pendanaan, sehingga diperlukan keterlibatan swasta untuk pembiayaan infrastruktur. Kemitraan publik-swasta dengan pemerintah telah menjadi sangat penting secara global," ungkap Febrio dalam webinar Post-Pandemic Infrastructure and Global Public Goods in the G20, Jumat (18/2/2022).

"Kami berharap lebih banyak pihak swasta yang akan berpartisipasi dalam kemitraan ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di negeri ini," lanjutnya.

Menurutnya, peran infrastruktur terhadap kelangsungan ekonomi sebuah negara memang besar. Pembangunan infrastruktur dapat mendorong kegiatan ekonomi yang lebih besar, meningkatkan produksi dan konsumsi, hingga meningkatkan kapasitas produktif ekonomi. Ujung dari itu semua adalah menciptakan lapangan kerja yang lebih besar.

"Oleh karena itu, infrastruktur menjadi prasyarat utama untuk meningkatkan produktivitas dan katalis untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif," kata Febrio.

Namun, saat ini pandemi COVID-19 telah mengganggu aliran investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Ruang fiskal yang mengecil pun memaksa pemerintah untuk memfokuskan sumber dayanya yang terbatas pada kebutuhan mendesak terkait pandemi.

Di sisi lain, investasi swasta dalam proyek infrastruktur telah terhambat karena penundaan atau pembatalan. Febrio pun mengajak semua pihak untuk meningkatkan investasi infrastruktur di tengah dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi COVID-19.

"Kami bersama inisiatif kolektif ini mengajak untuk meningkatkan investasi infrastruktur. Ini sangat penting untuk mengatasi dampak yang dibawa pandemi," ujar Febrio.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT