Terpopuler Sepekan

Heboh Anjuran Luhut Dorong Masyarakat ke Mal Saat Badai Omicron

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 19 Feb 2022 11:45 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Masyarakat diminta melakukan aktivitas ekonomi seperti biasa di tengah kasus COVID-19 yang kembali meningkat. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat agar tidak takut berlebihan atas merebaknya varian Omicron virus Corona (COVID-19).

Dia menjelaskan bahwa pemerintah belum ada niatan untuk kembali memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah justru mendorong masyarakat tetap melaksanakan aktivitas.

Namun, dalam aktivitas di ruang publik protokol kesehatan ketat harus diterapkan. Kemudian, hanya orang yang sudah divaksinasi dua kali saja yang boleh melakukan aktivitas publik dengan normal. Termasuk jalan-jalan ke mal misalnya.

"Kami mendorong dengan protokol kesehatan yang ketat dan sudah divaksin 2 kali, apalagi sudah booster, dengan proses yang ketat silakan saja jalan-jalan ke mana-mana, masuk ke mal segala macam, gunakan PeduliLindungi dan seterusnya," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (14/2/2022).

Luhut pun menjelaskan bahwa di rumah sakit tidak ada kekhawatiran yang berlebihan. Hal ini bila berkaca pada kondisi di Wisma Atlet dan beberapa rumah sakit lainnya. Meski demikian, Luhut tetap meminta masyarakat waspada dan berhati-hati.

"Jadi sampai hari ini kami tidak ada melihat hal-hal yang sangat serius yang perlu kita takut. Tapi kita tetap waspada, hati-hati melihat satu persatu, dan kita juga mendengarkan pendapat dari para ahli, epidemiolog maupun 5 profesi kesehatan, dan juga ketua dewan guru besar dari UI," papar Luhut.

Luhut menjelaskan bahwa harapannya dengan karakteristik Omicron yang berbeda dengan varian Delta, dan melihat perkembangan situasi rumah sakit yang terjaga maka pemerintah tidak akan menginjak rem terlalu dalam bagi roda ekonomi.

"Dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan, pemerintah masih melihat adanya ruang bagi kita untuk tidak menginjak rem terhadap ekonomi terlalu dalam. Ini dilakukan semata-mata untuk terus menjaga keseimbangan sektor kesehatan dan ekonomi tetap baik," tambah Luhut.

Menanggapi ajakan Luhut, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menilai jika imbauan untuk beraktivitas di tengah pandemi bisa menghasilkan nilai positif yaitu agar perekonomian bisa tetap berjalan. Namun, perlu diingat Omicron masih mengintai, sehingga protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan.

"Tapi juga lihat bahwa yang dirasakan masyarakat kan berbeda-beda, ada yang kena harus melakukan isolasi mandiri dan sebagainya. Apalagi dampaknya cepat, saya kira memang pasti dari segi kesehatan berpengaruh, meskipun dampaknya tidak separah varian Delta tapi saya kira tetap ada(virus)," kata Tauhid ketika dihubungi detikcom.

Sepaham dengan Tauhid, Direktur Eksekutif CORE, Mohammad Faisal, juga mengatakan untuk tipe pandemi seperti sekarang yaitu dengan virus COVID-19 varian Omicron, tidak separah pandemi saat varian Delta.

"Kalau melihat tipe pandemi nya sekarang yang Omicron dan mempertimbangkan juga tingkat vaksinasi kita yang sudah tinggi, lebih tinggi sekarang sudah di atas 50%. Jadi, ya saya rasa masih cukup bisa dimengerti jadi artinya kondisinya tidak separah ketika Delta," kata Faisal saat dihubungi detikcom.

Menurutnya untuk tingkat vaksinasi pandemi varian Omicron ini sudah tinggi, dan tingkat keberadaan virusnya yang semakin rendah, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir untuk beraktivitas.

(hal/eds)