ADVERTISEMENT

Lagi Ada 'Bom Waktu' di China, Bahaya buat ekonomi!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 22 Feb 2022 18:30 WIB
Travelers wearing face masks to protect against COVID-19 line up for trains at a station in Guangzhou in southern Chinas Guangdong Province, Friday, Jan. 28, 2022. Chinese are traveling to their hometowns for the Lunar New Year, the countrys biggest family holiday, despite a government plea to stay where they are as Beijing tries to contain coronavirus outbreaks. (Chinatopix via AP)
Foto: Chinatopix via AP

Selain menghapuskan aturan mengenai jumlah masimal 1 anak per keluarha, pemerintah Beijing akan memasukkan lebih dari selusin layanan kesuburan dalam skema asuransi kesehatan yang didukung pemerintah untuk ibu kota China.

Diketahui sebanyak 16 layanan medis yang menggunakan teknologi reproduksi terbantu (ART) akan ditanggung oleh asuransi negara kota yang berlaku mulai 26 Maret, sebagai langkah dukungan kesuburan secara proaktif.

Cakupan reproduksi baru ini dinilai dapat membantu menurunkan biaya kelahiran anak dan menguntungkan pasangan dalam kelompok berpenghasilan rendah yang ingin memiliki bayi dan mereka yang memiliki sedikit atau tanpa akses ke asuransi kesehatan swasta.


(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT