Bisa Dicontoh, Ini Tips Bisnis Bareng Pasangan

Annisa Afani/haibunda - detikFinance
Rabu, 23 Feb 2022 22:45 WIB
Happy Asian couple having fun and laughing together in living room at home
Ilustrasi Pasangan (Foto: Getty Images/iStockphoto/interstid)
Jakarta -

Pilihan orang dalam membangun bisnis memang berbeda-beda. Ada yang ingin sendiri, kolaborasi dengan teman, atau bisa dengan pasangan alias partner hidup.

Hal ini yang dilakukan pemilik usaha katering diet, CR Box Indonesia. Usaha itu dibangun oleh pasangan Tenny Daud dan sang suami, Dedy Haryadi.

Mengutip dari HaiBunda, Rabu (23/2/2022) keduanya kini berhasil membesarkan usaha katering tersebut. Dengan kesuksesan itu mereka disebut sukses menjadi couplepreneur.

Tenny mengakui dalam prose membangun bisnis, banyak sekali yang harus dikorbankan. Ia memberikan tips dari pengalamannya selama membangun bisnsi dengan suaminya.

Pertama, meskipun berbisnis dengan suami, keduanya sepakat untuk memberlakukan aturan ketat terkait standar operasional kerja dan pengaturan masalah keuangan.

Ia dan sang suami sudah membahas hal tersebut jauh. Kedua, yang tak kalah penting yakni bisa menempatkan diri pada situasi dan kondisi tertentu

"Kita sepakat, bikin agreement (persetujuan). Saat ngobrol masalah kerjaan (bisnis bersama) jangan sebagai suami-istri. Jadi posisi sebagai partner, 'Aku sebagai direktur, kamu direktur operasional'. Gitu," tuturnya dalam Live IG HaiBunda, Selasa (22/2) kemarin.

Tidak semudah seperti membalikan tangan, berbisnis dengan pasangan juga diakui memiliki banyak tantangan. Maka tips ketiga tantangan yang ada menjadi pelajaran berharga. Keduanya sepakat mengambil hikmah dari masalah yang ada dan berupaya agar kejadian serupa tak terulang.

"Dulu, tantangan jadi kendala. Tapi sekarang, jadi kami petik hikmahnya. Kalau tantangan untuk orang yang baru mulai jadikan pasangan sebagai partner bisnis, yaitu kurang mengatur ego," katanya.

Keempat, Tenny menekankan agar pengeluaran dari dompet bisnis harus dipisahkan dari rumah tangga atau keluarga.

"Diatur, dari awal sudah terpisah. Keuangan bisnis dan keluarga itu beda. Juga punya gaji masing-masing, walaupun ujung-ujungnya gaji dia masuk rekening saya, gitu. Tapi ya gitu, tetap diatur tidak dicampur-campur."

"Jadi saat gaji sudah masuk, tinggal keluarin ke pos-posnya. Kurang lebih seperti itu," paparnya.

Nah jika tertarik untuk jadi partner bisnis, maka perlu untuk memastikan kematangan mental. Tips berikutnya bisa cek di sini

(dna/dna)