ADVERTISEMENT

Ekonomi Digital RI Mau Digenjot, Regulasi Ini Dinilai Perlu Dikaji

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 26 Feb 2022 11:45 WIB
Cropped shot of an unrecognizable businesswoman sitting alone and typing on her laptop during the day at home
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan bisa menembus US$ 323 miliar pada 2030. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh akses internet.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno menyebut internet yang berkualitas pasti memacu transaksi ekonomi digital, di mana pemanfaatan sosial media, toko online, hingga pelayanan pemerintahan semuanya membutuhkan jaringan internet.

"Kita semua sepakat transformasi ekonomi digital, e-government harus maju," tutur Sarwoto, Sabtu (26/2/2022).

Ia juga mengatakan, di saat pandemi COVID-19 masyarakat harus disediakan akses internet berkualitas untuk kegiatan ekonomi dan sosialnya.

"Kalau operator sudah sehat, maka melayani akses data internet dengan baik, di manapun dan masyarakat akan ikut menikmati untuk kegiatan ekonomi dan sosialnya," ujar Sarwoto.

Sarwoto mengungkap muncul persaingan di industri telekomunikasi dan akhirnya harga bandwidth menjadi lebih turun dari sebelumnya. Akibatnya, operator menghitung ulang untuk menaikkan nilai dari perusahaannya agar tetap bertahan dalam memberikan layanan akses internet kepada masyarakat.

"Sekarang ini kondisi telko antusias membantu masyarakat untuk menyediakan internet, tapi di sisi lain mereka sedang sibuk untuk konsolidasi agar bisa survive," ucapnya.

Dalam Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah telah memberikan kemudahan perusahaan telekomunikasi untuk melakukan merger dan akuisisi.

Beberapa operator telekomunikasi kemudian merealisasikannya seperti dilakukan Indosat yang merger dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I). Serta XL Axiata yang dikabarkan mengakuisisi Link Net.

"Jadi mereka konsolidasi supaya kuat, kuat perusahaan agar kuat melayani masyarakat," kata Sarwoto.

Pemerintah perlu kaji regulasi. Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT