Anies Mau Sulap Jakarta dari Kota Macet dan Polusi Jadi Kota Ini

ADVERTISEMENT

Anies Mau Sulap Jakarta dari Kota Macet dan Polusi Jadi Kota Ini

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2022 13:54 WIB
Anies Baswedan menghadiri acara Muskerwil DPW PPP Daerah Istimewa Yogyakarta di Bantul, Senin (31/1/2022).
Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berambisi mengubah Jakarta dari kota yang penuh kemacetan dan polusi menjadi salah satu kota dengan transportasi umum yang aman dan nyaman.

Upaya untuk mengelektrifikasi transportasi publik diperlukan untuk mencapai hal tersebut, karena transportasi publik merupakan pembangkit atau penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Berbagai kota di dunia juga menaruh perhatian dalam persoalan ini.

"Kita semua ada di bagian terdepan dalam hal kemacetan dan perubahan iklim. Jakarta berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 50 persen pada 2030," ujar Anies, dalam acara virtual, Selasa (01/02/2022).

Pada saat ini Jakarta baru mencapai 26 persen pengurangannya. Selain itu, Jakarta juga memiliki target untuk mencapai Net-Zero Emission di 2050. Maka Jakarta berusaha memulai sustainable mobility melalui pengintegrasian sistem transportasi.

"Menjadikan Jakarta salah satu kota terkemuka dalam hal transportasi yang berkelanjutan, aman dan nyaman," harapnya.

Transportasi merupakan ranah yang krusial. Jutaan orang Jakarta maupun dari daerah sekitar Jakarta melakukan mobilisasi di Jakarta. Mobilitas yang tinggi menyebabkan emisi di sektor transportasi.

Karenanya, Anis menjelaskan, hal yang logis bagi Jakarta untuk bisa menjadikan sektor ini jadi prioritas untuk di karbonisasi. Di sisi lain Jakarta adalah kota yang secara eksplisit dan kuat memiliki komitmen untuk terlibat dalam gerakan untuk menangani krisis iklim global.

Sejak 2012, Pemerintah Jakarta telah melakukan langkah-langkah untuk membuat Jakarta menjadi kota ramah terhadap iklim.

Hal itu sejalan dengan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2022 yang menyoroti pentingnya mempercepat adaptasi terhadap perubahan iklim terutama komitmen politik dan implementasinya.

Komitmen tersebut, digariskan melalui Peraturan Gubernur No 20 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jakarta Bebas Karbon.

Anis mengungkapkan, ada tantangan yang dihadapi pemerintah kota untuk mencapai itu, antara lain menyediakan sistem transformasi yang efisien untuk bisa mengakomodasi jutaan perjalanan setiap hari. Di sisi lain memastikan bahwa kesetaraan dan keberlanjutan lingkungan dalam kota tetap terjamin.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Anies mengatakan ia menginisiasi suatu mobilitas berkelanjutan dalam hal sistem transportasi yang berkelanjutan dan aman dengan mengubah paradigma dari pengembangan berbasis mobil ke pengembangan berorientasi transit.

Jakarta juga telah memiliki 63 titik bike sharing, dan telah melakukan penataan trotoar sejak 2018-2020 sepanjang 364 km untuk mendukung keberlanjutan.



Simak Video "Kunjungan ke Bandung Didemo, Anies Ucapkan Terima Kasih Demonstran"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT