ADVERTISEMENT

Tiket MotoGP Mandalika Sisa Banyak hingga Muncul Wacana PNS Wajib Nonton

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 04 Mar 2022 13:16 WIB
Pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika sepanjang 1,25 kilometer ditargetkan akan selesai satu seminggu sebelum perhelatan MotoGP dimulai.
Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Rangkaian event utama dari MotoGP Mandalika di Lombok, NTB akan dilaksanakan pada 18-20 Maret nanti. Tapi hingga kini penjualan tiket masih juga seret.

Dalam jumpa pers Media Briefing via webinar, Rabu (3/3) Direktur Pemasaran InJourney, Maya Watono mengungkapkan bahwa penjualan tiket MotoGP Mandalika baru menyentuh angka 20 ribuan dari 60 ribuan yang disediakan.

"Penjualan tiket ada di angka 22.300 dari total 63 ribuan," terangnya.

Jika dihitung maka penjualan tikep MotoGP Mandalika bahkan belum mencapai separuhnya atau 50%. Masih ada lebih dari separuh tiket yang disediakan belum terjual.

Tikep MotoGP Mandalika sendiri dijual dalam beberapa rentang harga, untuk hari pertama pada sesi Free Practice harganya Rp 100 ribuam, sedangkan yang termahal di hari ketiga saat balapan dilakukan yakni sebesar Rp 500 ribuan.

Seretnya penjualan tiket MotoGP Mandalika menimbulkan isu bar. Kabarnya Pemprov NTB mewajibkan ASN untuk nonton dan beli tiketnya.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi ada 21.530 tiket MotoGP Mandalika yang sudah laku terjual. Artinya, ada 35.000 tiket yang belum terjual. Gita mengatakan ASN menjadi salah satu yang diwajibkan menonton.

"35.000 tiket itu kemudian kami coba lakukan mapping. Kami distribusikan dalam 10 cluster penjualan tiket di NTB. Dari Pemprov NTB, kepada ASN-nya diwajibkan untuk menyaksikan MotoGP," ujar Gita dalam acara Konferensi Pers Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022 yang digelar secara daring, Selasa (1/3/2022).

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah pun buka suara. Dia membantah adanya kebijakan yang mewajibkan ASN untuk membeli tiket MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret 2022.

"Hari-hari ini heboh tentang ASN yang diwajibkan nonton MotoGP dengan diskon 10%. Mungkin Pak Sekda saya terlalu bersemangat agar MotoGP ini meriah dan sukses sehingga menyampaikan berita ini ke publik," ujarnya.

Dia melanjutkan kebijakan tersebut belum final dan baru sekadar ide untuk penjualan tiket MotoGP Mandalika. "Kebijakan ini belum final," tegasnya.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT