ADVERTISEMENT

Naik Pesawat-KA Tak Perlu Tes Corona, Tepatkah?

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Senin, 07 Mar 2022 18:48 WIB
Ilustrasi pesawat
Foto: Ilustrasi pesawat (iStock)

Oleh karena itu, ia meminta tes itu tidak dihilangkan. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menggratiskan tes, bukan menghilangkannya.

"Jangan berbayar, yang berat itu karena berbayar itu, jadi dibisniskan. Jadi, jangan dibisniskan, semua digratiskan saja," ujarnya.

Selama ini yang memberatkan masyarakat adalah biaya tes, terlebih di tengah ekonomi yang terdampak Covid-19.

Dia meminta pemerintah untuk bijaksana menghadapi situasi ini dengan menggratiskan tes. Kalau pun belum bisa gratis, biayanya bisa dikurangi menjadi Rp 100 ribu untuk penggunaan transportasi pesawat. Sedangkan untuk transportasi lain, seperti kereta dan kapal laut bisa digratiskan.

Lebih lanjut, Trubus menambahkan, kebijakan Pemerintah tidak memberlakukan wajib tes PCR maupun antigen untuk penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga keliru.

"Sebenarnya kebijakan yang keliru karena kan kita virusnya masih ada. Kita harus ingat bahwa virus itu masih ada. Di beberapa daerah masih tinggi virus itu," tegasnya.

Setidaknya, ia berharap, tes antigen tidak dihilangkan. Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi juga lebih diefektifkan. Gunanya agar ada ketajaman untuk mendeteksi orang yang terpapar virus atau tidak.


(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT