ADVERTISEMENT

Canda Sri Mulyani Sebut Luhut Pejabat Paling Tajir, Pajaknya 35%

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 08 Mar 2022 12:09 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menko Kemaritiman sekaligus Plt Menteri ESDM Luhut Panjaitan mengumumkan perombakan PP No. 79/2010 di gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (23/9/2016)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Para pejabat negara hari ini serentak melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak melalui e-filling. Pelaporan dilakukan di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menko Polhukam Mahfud MD, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Irjen TNI Bambang Suswantono.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa orang yang membayar pajak adalah dia yang mampu dengan penghasilan di atas Rp 54 juta per tahun atau Rp 4,5 juta per bulan. Pemerintah sendiri telah menambah satu lapisan lagi untuk masyarakat super kaya dengan tarif pajak sebesar 35%.

Sambil bercanda, Sri Mulyani menyebut Luhut adalah satu di antaranya. "Pak Luhut itu berkali-kali bilang harga batu bara naik, setoran ke pemerintah naik tapi pajaknya pak Luhut pribadi juga meningkat pasti ke 35%," ujarnya, Selasa (8/3/2022).

Tidak hanya sampai di situ, Sri Mulyani juga berkelakar bahwa Luhut merupakan pejabat paling tajir.

"Makanya saya sampaikan beliau harus hadir hari ini. Tadinya agak berhalangan. Saya bilang kalau Menko paling tajir nggak datang, nanti simbolnya jadi kurang baik," kata Sri Mulyani yang disambut tawa Luhut dan pejabat lainnya.

Untuk diketahui, batas penyampaian SPT Tahunan pajak berlangsung sampai 31 Maret 2022 untuk wajib pajak pribadi dan 30 April 2022 untuk wajib pajak badan.

Lihat juga video 'Sri Mulyani Beberkan APBN Surplus Rp 28,9 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT