McDonald's Tutup 850 Gerai di Rusia, Karyawan Tetap Digaji

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 09 Mar 2022 09:33 WIB
Jakarta -

McDonald's mengumumkan akan menutup sementara 850 gerai di Rusia. Keputusan itu muncul hampir dua minggu setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina.

CEO McDonald's, Chris Kempczinski menulis dalam sebuah surat kepada pemegang waralaba dan karyawan bahwa dia akan menghentikan semua kegiatan usaha di Rusia. Namun, dia akan tetap membayar gaji 62.000 karyawannya di Rusia. Lanjut dia, Ronald McDonald House Charities akan tetap beroperasi.

Beberapa hari terakhir, McDonald's dihujani kritik karena tak ambil sikap atas serangan Rusia ke Ukraina.

Cabang di Rusia dan Ukraina menyumbang 2% dari penjualan di seluruh jaringan McDonald's, sekitar 9% dari pendapatannya dan 3% dari pendapatan operasionalnya.

McDonald's juga telah lama memainkan peran simbolis di Rusia. Restoran cepat saji ini membuka gerai pertamanya di Uni Soviet 32 tahun lalu, beberapa bulan sebelum negara itu runtuh.

"Dalam tiga puluh tahun lebih McDonald's beroperasi di Rusia, kami telah menjadi bagian penting dari 850 komunitas tempat kami beroperasi," tulis Kempczinski dalam suratnya disadur detikcom dari CNBC, Rabu (9/3/2022).

"Pada saat yang sama, kami tidak dapat mengabaikan penderitaan manusia yang tidak perlu yang terjadi di Ukraina," sambungnya.

Sekitar 84% gerai McDonald's di Rusia dimiliki oleh perusahaan, sedangkan sisanya dioperasikan oleh pemegang waralaba. Memiliki lebih banyak restoran menghasilkan pendapatan yang lebih besar bagi perusahaan, tetapi membuka risiko yang lebih besar pada saat terjadi gejolak atau penurunan ekonomi.

Kempczinski mengatakan tidak dapat memprediksi kapan McDonald's akan kembali membuka gerainya di Rusia. Perusahaan sedang mengalami gangguan rantai pasokan dan tantangan operasional lainnya.

Dia juga mengatakan McDonald's membayar penuh gaji karyawan di Ukraina dan telah menyumbangkan US$ 5 juta untuk dana bantuan kepada karyawannya. Perusahaan juga memantau situasi kemanusiaan.

Pengumuman McDonald datang setelah Yum Brands mengatakan akan menangguhkan pengembangan restoran dan investasi di Rusia. Pemilik merek KFC ini memiliki lebih dari 1.000 restoran di Rusia yang menyumbang sekitar 2% dari penjualan seluruh jaringannya.

(toy/zlf)