RI Masih Hadapi Kendala Capai Ketahanan Pangan
Kamis, 18 Mei 2006 11:26 WIB
Jakarta - Indonesia masih menghadapi sejumlah hambatan baik dari eksternal maupun internal untuk mencapai ketahanan pangan. Dari sisi internal, Indonesia masih mengalami inefisiensi dalam produksi barang-barang pertanian dan distribusi bahan makanan.Sementara dari sisi eksternal, Indonesia menghadapi ketidakseimbangan dalam rezim perdagangan internasional yang membatasi ekspor komoditas pertanian Indonesia.Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutan saat konferensi ke-28 FAO di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (18/5/2006)."Pertanian memiliki kontribusi sekitar 14 persen dari PDB, dan merupakan sumber pendapatan dari masyarakat. Meskipun pertumbuhan sektor industri dan jasa tumbuh dalam tingkat yang cukup tinggi dalam bebreapa dekade terakhir, lebih dari setengah penduduk masih tinggal di area pedesaan," urai SBY.Sayangnya, untuk negara berkembang seperti Indonesia, peranannya di perdagangan internasional tidak seimbang. Oleh karena itu, SBY merekomendasikan FAO agar lebih mendorong negara-negara untuk secara aktif berpartisipasi dalam negosiasi multilateral untuk mereformasi peraturan perdagangan barang komoditas pertanian.SBY juga meminta Doha Development Agenda juga direalisasikan. "Ini akan mempermudah negara-negara berkembang untuk meraih keuntungan dari perdagangan yang akhirnya mendorong perkembangan mereka, khususnya pertumbuhan masyarakat pedesaan dan ketahanan pangan," urai SBY.SBY menuturkan, sekitar 800 juta orang di dunia ini menderita kekurangan gizi. Setiap tahun, sekitar 10 juta anak meninggal akibat penyakit yang sebenarnya bisa disembuhkan. "Ini berarti mulai pagi menjelang malam, 30 ribu anak akan meninggal karena kekurangan dana untuk membeli makanan ataupun obat-obatan," jelasnya.Usai memberikan pidatonya, SBY pun berkeliling melihat hasil produksi pertanian yang dihasilkan oleh Indonesia. SBY sempat mencicipi jambu air dan jeruk."Wah enaknya," seru SBY sambil mengangkat dua jempol. Wartawan yang sedang mengelilingi SBY pun kebagian rejeki nomplok berupa jeruk yang dibagikan oleh SBY.
(qom/)











































