Yakin Pandemi Akan Usai, Sri Mulyani: Musim Semi yang Ceria Pasti Datang

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 11 Mar 2022 15:17 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati percaya suatu saat nanti pandemi COVID-19 akan berakhir. Situasi itu layaknya musim dingin yang berganti ke musim semi.

"No matters how long the winter, spring is sure to follow. Betapa pun lamanya musim dingin yang beku, gelap, murung dan mencekam, musim semi yang ceria pasti akan datang," kata Sri Mulyani dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 UNS, Jumat (11/3/2022).

Sri Mulyani mengatakan pepatah mengenai keniscayaan datangnya musim semi itu sangat sesuai dengan suasana saat ini. Dunia yang awalnya diterjang pandemi COVID-19 sejak Maret 2020, telah mengubah kehidupan dan kegiatan manusia.

"New York kota yang tidak pernah tidur, the city never sleep tiba-tiba kosong dan sepi. Makkah yang selalu penuh jamaah umroh dan haji, ditutup dan menjadi sunyi. Jakarta jalan Sudirman dan Thamrin yang tidak pernah putus lalu lalang kendaraan, seketika kosong. Sekolah, pasar, tempat ibadah, kantor, bandara, jalanan, semua kosong tidak ada manusia beraktivitas," tutur Sri Mulyani.

Pandemi COVID-19 yang datang tanpa permisi telah memporak-porandakan kehidupan manusia di seluruh dunia tanpa membedakan suku, bangsa, ras dan agama. Meski begitu, seperti ungkapan bahasa Inggris di atas, Sri Mulyani yakin pemulihan pasti terjadi.

"Seberapa pun panjang dan menekan pandemi COVID-19 yang begitu dahsyat, maka penyembuhan dan pemulihan pasti terjadi," imbuhnya.

Diakui bahwa pandemi COVID-19 merupakan salah satu tantangan terbesar pada abad ini. Bagaimana tidak, dampak yang ditimbulkan sangat dahsyat karena segala aktivitas sempat tiba-tiba harus terhenti.

"Pandemi ini merupakan salah satu tantangan terbesar pada abad ini. Pandemi menimbulkan dampak yang sangat dahsyat, dunia tidak siap menghadapi situasi di mana segala aktivitas tiba-tiba harus berhenti, konsumsi masyarakat terhambat," terang Sri Mulyani.



Simak Video "Muncul Penyakit Menular, Ahli Nilai Aspek Kesehatan Belum Ditingkatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)