ADVERTISEMENT

Rp 2,5 T Investasi Masuk buat 'Sulap' Sampah Jadi Listrik di Tangerang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 11 Mar 2022 21:30 WIB
Investasi Sampah Jadi Listrik di Tangerang
Foto: Dok. Oligo
Jakarta -

Realisasi investasi bidang pengolahan sampah berteknologi ramah lingkungan resmi terlaksana di Tangerang dengan nilai Rp 2,5 triliun. Investasi itu dilaksanakan oleh PT Oligo Infra Swarna Nusantara (Oligo) dengan Pemerintah Kota Tangerang.

Kedua belah pihak telah melakukan penandatanganan kerjasama yang diwakili oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan pada Rabu 9 Maret 2022 kemarin.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarvest) sendiri memiliki komitmen mengakselerasi amanat Peraturan Presiden (Perpres) No.35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan (PSEL) yang berfokus kepada 12 Kota besar di Indonesia.

Luhut menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat mendukung penuh upaya-upaya Pemerintah Daerah untuk mencapai pembangunan kota yang berwawasan lingkungan, dan untuk itu semua stakeholder harus kompak untuk menangani sampah ini sehingga memberi dampak positif bagi lingkungan, masyarakat dan perekonomian.

"Permasalahan sampah sudah sangat lama menjadi permasalahan yang belum dapat diatasi hingga saat ini. Sampah menjadi permasalahan general, saat ini sampah belum bisa dibersihkan dikarenakan tidak ada penampungan dan pengelolaannya, ada penampungannya namun karena pengelolaannya tidak optimal dan menjadi overload," jelas Luhut dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (11/3/2022).

Presiden Direktur PT Oligo Infra Swarna Nusantara, Jacques Assouline menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat khususnya Kemenko Marvest, Pemkot Tangerang, dan DPRD Kota Tangerang yang telah mendukung proses pembahasan kerjasama investasi hingga penandatangan ini dapat berjalan dengan lancar. Penandatanganan PKS dilakukan antara Pemerintah Kota Tangerang yang diwakili oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dan PT. Oligo Infra Swarna Nusantara diwakili oleh serta Komisaris Utama Bambang P. Brodjonegoro.

Jacques juga menjelaskan nilai investasi Oligo pada PSEL Kota Tangerang yakni sebesar Rp 2,585 triliun atau US$ 184,65 juta. Nilai investasi ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia telah berhasil menjadi negara yang ramah investor dan sekaligus membuktikan komitmen Indonesia dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui peningkatan tata kelola persampahan.

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengungkapkan, keberadaan TPA Rawa Kucing yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan gerbang masuk ke Indonesia (dari luar negeri) harus benar-benar ditangani dengan benar agar tidak mengganggu dan memberikan citra yang kurang baik.

"Terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan yang diberikan, adanya keterbatasan-keterbatasan Pemerintah Daerah seperti sumber daya manusia, regulasi-regulasi yang tumpang tindih, maka kami butuh pendampingan secara continue oleh Pemerintah Pusat dalam menyelesaikan PSEL ini, seperti bantuan regulasi hingga bantuan pendanaan," ucapnya.

PSEL Kota Tangerang akan berada di TPA Rawa Kucing yang hanya berjarak 1,3 km dari pagar Bandar Udara Soekarno-Hatta. Menimbang adanya ketentuan pembatasan ketinggian bangunan di seluruh wilayah administrasi Kota Tangerang yang termasuk dalam Kawasan Keselamatan dan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Soekarno Hatta, maka proyek ini akan dikembangkan pada dua lokasi yaitu di lokasi TPA Rawa Kucing dan Jatiuwung.

Untuk lokasi yang di TPA Rawa Kucing akan dibangun sistem pengolahan sampah yang menghasilkan Refused Derived Fuel (RDF) dan fasilitas pengolahan biologis Anaerobic Digester (AD) yang dilengkapi dengan unit pembangkit panas dan listrik dari biogas. Kapasitas pengolahan sampah di TPA Rawa Kucing mampu mencapai 2.200 ton per hari, dan berpotensi membangkitkan daya listrik sampai dengan 13,5 MW. Kemudian RDF yang dihasilkan di TPA Rawa Kucing digunakan sebagai bahan bakar dari pembangkit listrik thermal yang berada di lokasi kedua, yaitu Jatiuwung yang dapat membangkitkan tenaga listrik sampai dengan 25 MW.

Simak juga Video: Keren! Di Dubai, Sampah Botol Plastik Disulap Jadi Kaus

[Gambas:Video 20detik]



(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT