Minyak Goreng Mahal, Pedagang Pangkas Porsi Dagangan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 18 Mar 2022 15:54 WIB
Pedagang Tahu Bulat-Otak-otak Terdampak Minyak Goreng Mahal
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Harga minyak goreng kemasan resmi mengikuti harga keekonomian. Setelah pemerintah resmi mencabut kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan.

Menanggapi hal tersebut pedagang tahu bulat yang ditemui detikcom di kawasan Cibulan mengungkapkan untuk menyiasati mahalnya harga minyak ini mereka tak lagi menjual dengan harga Rp 500 per buah.

"Karena mahal banget minyaknya, jadi dijual Rp 5.000 buat 8 tahu," kata Sandi saat ditemui detikcom, Jumat (18/3/2022).

Dia mengungkapkan hal ini terpaksa dilakukan untuk mengimbangi harga minyak goreng yang semakin melambung.

Sandi mengharapkan pemerintah bisa mengembalikan harga minyak goreng ke level yang normal.

Namun ada beberapa pedagang yang masih tetap menggunakan harga lama dan porsi yang sama.

Misalnya pedagang ayam goreng tepung, Andi mengungkapkan hal ini karena harga ayam dan tepung masih normal.

"Sekarang masih harga normal, tapi lihat nanti harga tepung atau ayam kalau naik mungkin akan disesuaikan," jelasnya.

Selanjutnya, pedagang otak-otak sampai jamur krispi, Adit mengaku masih tetap mempertahankan harga lama. Dia sangat mengharapkan harga minyak goreng bisa kembali normal.

Pasalnya makanan yang dia jual akan sulit menggunakan minyak curah. Karena akan cepat kotor dan kurang baik untuk kualitas makanan yang dijual.

(kil/eds)