ADVERTISEMENT

Upaya Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Syariah & Industri Halal

Muhamad Yoga Prastyo - detikFinance
Senin, 21 Mar 2022 17:38 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut salah satu hal yang menyebabkan Indonesia masih bisa tahan terhadap tekanan global adalah karena pertumbuhan ekonomi syariah. Hal ini disampaikannya dalam pidato di acara Studium Generale Universitas Islam Nusantara yang bertajuk 'Prospek dan Tantangan Perekonomian Indonesia Pasca Pandemi'.

Ia pun mengatakan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia patut menjadi perhatian. Walaupun berada dalam tekanan inflasi global, pada Februari 2022 ini inflasi Indonesia masih terkendali di bawah kisaran target sebesar 2,06%.

"Ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia merupakan sektor yang memiliki peluang pertumbuhan menarik secara global," ucap Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (21/3/2022).

Lebih lanjut Airlangga mengatakan pemerintah telah mengeluarkan berbagai aturan kebijakan guna memacu pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal tahun 2022. Salah satunya dengan memberikan stimulus bagi pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan ekosistem halal value chain terutama pada sektor pertanian yang terintegrasi, yakni kuliner halal dan fashion muslim.

Selain itu, pihaknya akan melakukan percepatan perluasan implementasi halal assurance system sebagai percepatan sertifikasi halal pelaku UMK.

"Selanjutnya perluasan penyaluran Cash-Waqf Linked Sukuk (CWLS), penerapan pembiayaan kreatif syariah, serta implementasi layanan syariah BP JAMSOSTEK," ungkapnya.

Lebih lanjut, Airlangga menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah masuk di jalur positif. Hal ini terlihat dari adanya perbaikan pada permintaan dan pertumbuhan di sisi suplai.

Ia pun mengungkapkan pada tahun 2022 ini, perekonomian global masih akan melanjutkan tren pemulihan. Adapun pemulihan ini akan bertumpu pada transisi pandemi menjadi endemi.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% pada tahun 2022. Target pertumbuhan ini sedikit lebih besar dari yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) sebesar 4,4%.

Selain pertumbuhan ekonomi syariah, Airlangga pun mengungkapkan Indonesia tengah merasakan pertumbuhan ekonomi digital. Hal ini didorong karena terjadinya pergeseran perilaku masyarakat ke platform digital.

"Oleh karena itu, dukungan untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk mendorong produktivitas masyarakat juga akan terus dilakukan," pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah melakukan berbagai strategi untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia. Adapun program yang dilakukan yakni melalui Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy sehingga mendukung pengembangan digital talent dan digitalisasi UMKM termasuk UMKM yang bergerak di sektor halal.

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT