Menaker: JKP Sukses Kalau Tidak Ada Klaim, karena Tak Ada PHK

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 21 Mar 2022 22:07 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan suksesnya program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) jika tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika tak ada yang di-PHK maka tidak ada yang mengklaim dana JKP.

"Doanya kami di Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan jangan sampai ada PHK. Jadi kalau program JKP ternyata yang mengklaim sedikit itu sukses menurut kami," katanya dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (21/3/2022).

Artinya, menurut Ida pemerintah sukses untuk membangun sistem ketenagakerjaan jika tidak ada yang di-PHK. Jadi, suksesnya JKP bukan dari banyaknya yang melakukan klaim.

"JKP suksesnya itu kalau tidak ada yang mengklaim. Itu baru sukses karena bisa menjaga ketahanan BPJS Ketenagakerjaan. Semakin kuat, pemerintah sudah memberikan Rp 6 triliun tetapi tidak digunakan kan luar biasa itu," jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah merencanakan penyaluran anggaran untuk program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) di 2022 sebesar Rp 1,131 triliun atau tepatnya Rp 1.131.233.205.980.

Total jumlah untuk pembayaran selisih kekurangan pembayaran peserta pada 2021 dan proyeksi pembayaran JKP selama Desember 2021 hingga November 2022.

"Rencana anggaran 2022 peserta JKP dialokasikan pertama untuk selisih kekurangan pembayaran iuran peserta tahun 2021 untuk sebanyak 139 547 orang sebesar Rp 1.088.336.628,37 (1,088 miliar)," jelas Ida.

"Proyeksi iuran JKP yang dibayarkan pemerintah pusat tahun 2022 atau bulan Desember 2021-November 2022 untuk sebanyak 134.835.015 tenaga kerja, dengan jumlah dan iuran Rp 1.130.144.869.351 (1,130 triliun). Jadi total anggaran yang dibutuhkan tahun 2022 untuk program JKP adalah sebesar 1.131.233.205.980," lanjutnya.

(hns/hns)