ADVERTISEMENT

Kala CT-Sri Mulyani Ngobrol Serius Dampak Pandemi-Invasi Rusia ke Ekonomi

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 22 Mar 2022 18:00 WIB
Cerita Chairul Tanjung Mulai Bisnis Sejak Kuliah
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta -

Chairman & Founder CT Corp Chairul Tanjung (CT) ngobrol seru bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seputar pandemi COVID-19 hingga perang Rusia-Ukraina yang berdampak ke ekonomi. Keduanya dipertemukan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022.

Sri Mulyani menyoroti peliknya pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 karena tensi geopolitik antara Rusia-Ukraina. Banyak negara memiliki ruang fiskal terbatas untuk mengatasi ketidakpastian global hingga kondisi ini dijuluki sebagai badai yang sempurna.

"Jadi ini kayak semacam perfect storm, kalau (ibaratnya) badai, badai ketemu semuanya. Ada masalah geopolitik security, kemudian muncul ke komoditas, pada saat ekonomi baru tertatih-tatih pulih dari pandemi, belum kuat banget," kata Sri Mulyani, Selasa (22/3/2022).

Fenomena perang membuat harga komoditas naik ke level yang sangat tinggi. Pemerintah Indonesia sendiri berpotensi menanggung beban pembengkakan subsidi energi akibat naiknya komoditas minyak dan gas.

Di sisi lain, beberapa harga komoditas sudah terpantau naik jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Harga kedelai misalnya, mengalami kenaikan karena terjadi gagal panen di Brazil akibat kekeringan.

Tingginya harga-harga komoditas memiliki konsekuensi terhadap instrumen fiskal. Jika kenaikan harga tidak diteruskan ke level konsumen, pemerintah harus menggelontorkan lebih banyak biaya untuk subsidi maupun bansos demi menjaga daya beli.

"Dalam situasi ini, banyak negara yang fiscal space-nya sudah mentok, ada yang utangnya sudah di 100% dari GDP," ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengakui, Kementerian Keuangan sudah menghitung dampak tensi geopolitik terhadap APBN. Perhitungan disertai dengan berapa lama asumsi kenaikan harga pangan terjadi, mulai dari rentang 6 bulan sampai 12 bulan.

Dia bilang, perhitungan dilakukan meski dunia tidak bisa mengestimasi kapan perang antara Rusia dan Ukraina berhenti. Tapi setidaknya, langkah tersebut menjadi langkah antisipasi dan meningkatkan rasa optimistis.

"Tidak berarti kita harus hopeless, tidak berdaya dan tidak punya harapan dalam hal ini, enggak juga. Kita tetap membuat berbagai skenario, seandainya ini 6 bulan, kemudian harga komoditas turun ke normal lagi, atau kalau ini 12 bulan, dan bentuknya akan seperti apa," beber dia.

Ketika CT bertanya kapan eskalasi ketegangan antara Rusia-Ukraina berakhir, Sri Mulyani mengatakan bahwa tidak ada satupun pihak yang mengetahuinya.

"Saya beberapa kali diskusi di G20 kalau yang berantem aja nggak tahu (kapan perang berakhir), masa iya kita yang nonton tahu kapan berakhir. Jadi kita nggak tahu apakah dari Eropa, Rusia, do they know then this is end?," kata Sri Mulyani.

Pernyataan Sri Mulyani kemudian ditimpali langsung oleh CT, sapaan akrab Chairul Tanjung.

"Ini analogi yang paling baik. Yang perang nggak tahu akhirnya, apalagi yang nonton. It's still big question," kata CT.

Simak video 'CT Nilai Pandemi Covid-19-Perang Rusia Vs Ukraina Bawa Berkah ke RI':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT