RI-Singapura Bahas Kerja Sama EBT hingga SDM di Kawasan Industri Kendal

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Kamis, 24 Mar 2022 11:14 WIB
Airlangga dan Menteri Pembangunan Singapura
Foto: Kemenko Bidang Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee di Jakarta. Keduanya membahas pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) dan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).

Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menjelaskan pertemuan pada Rabu (23/3) tersebut juga membahas pemanfaatan teknologi suplai air bersih. Airlangga disebut mengatakan upaya percepatan pembangunan dan investasi di KIK, Jawa Tengah dapat membuka lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan potensi ekspor.

"Dengan dilakukannya revitalisasi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), maka diharapkan dapat mempercepat aktivitas ekonomi di KIK," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/3/2022).

Sementara itu, Lee yang direncanakan juga akan berkunjung ke Kendal, menjelaskan perlu fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kapasitas SDM masyarakat lokal di Kendal dalam rangka mendukung KIK.

Ia pun membeberkan fokus pembangunan Singapura dalam 10 sampai 15 tahun ke depan. DIkatakannya, Singapura menekankan pada pembangunan hijau, termasuk green building, green infrastructure, dan investasi di bidang riset dan pembangunan di samping mitigasi terhadap kelangkaan pangan dan energi.

Adapun soal kerja sama di bidang EBT, Lee menilai penting rencana ekspor EBT Indonesia ke Singapura. Selain mengurangi emisi karbon, namun di sisi lain juga dapat menyediakan lapangan kerja hijau.

Diketahui, data Kementerian ESDM menunjukkan Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan hingga 418 GW EBT dari sumber daya air, panas bumi, angin, dan matahari.

Selanjutnya, menteri dari kedua bertukar pandangan mengenai bidang teknologi suplai air bersih. Lee menyarankan pemanfaatan teknologi untuk mengolah air sungai, mengingat desalinasi air laut masih relatif mahal.

Sebagai informasi dalam pertemuan tersebut, Lee didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar. Selain EBT dan isu KIK, isu perkembangan perang Rusia dan Ukraina, Nongsa Digital Park di Batam serta rencana penyelenggaraan World Cities Summit serta ATxSummit di Singapura juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

(ncm/ega)