Belum Semua Petani Dapat Kredit Usaha dari Bank, Ini Contohnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 24 Mar 2022 13:32 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Semangat pemerintah dan para off taker dalam melakukan upaya budidaya kedelai program mandiri non APBN dinilai belum mendapatkan dukungan pembiayaan. Sebab, saat ini belum ada satupun petani dari Daftar Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) atau calon petani penerima bantuan dan calon lokasi lahan yang akan ditanami kedelai yang mendapat realisasi KUR perbankan.

Koordinator Usaha di Bidang Berbasis Kedelai PT. Doa Bangsa Agrobisnis Erick Teguh Herwinda menilai meskipun pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai off taker program budidaya kedelai nasional non APBN di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, namun sampai saat ini belum ada satupun petani yang mendapat bantuan dari perbankan melalui KUR untuk budidaya kedelai mandiri.

"Hanya dari sekian banyak perjanjian kerjasama yang sudah di tandantangani berbagai pihak di antaranya Direktorat AKABI kemudian perbankan dan dinas terkait dari Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) atau calon petani penerima bantuan dan calon lokasi lahan yang akan ditanami itu belum ada yang realisasi mendapatkan KUR," sambung dia.

Padahal pihaknya juga sudah MoU di Provinsi Jabar, Provinsi Banten kemudian diteruskan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi dan Pandeglang.

Sejauh ini cita-cita swasembada kedelai melalui program budidaya kedelai mandiri mandek di tingkat MoU dan Perjanjian Kerja Sama. Karena menurut Erick penentuan mendapatkan KUR petani untuk budidaya kedelai ini 100% menjadi otoritas bank.

Meski pada rapat tersebut pihak bank mengatakan akan mendukung penuh namun pada kenyataannya kata Erick hanya sampai saat ini belum ada yang realisasi mendapatkan kredit budidaya kedelai bahkan pihaknya mengatakan sempat memberi solusi kalau memang sulit meberikan kredit dengan berbagai masalahnya di petani bantu para offtaker untuk bertanggungjawab penuh dalam hal budidaya sebagai jaminan.

"Tapi hal itupun belum ada respon positif dari pihak perbankan. Jadi sampai saat ini kami terus berupaya bagaimana caranya pengembangan budidaya kedelai nasional yang sangat serius kita jalankan termasuk dengan Dirjen AKABI kita dorong terus hanya berbagi kendala masih dihadapi terutama dalam hal finansial yaitu pihak bank belum juga mengucurkan untuk membantu para petaniberbudi daya kedelai," ungkapnya.