Strategi RI Biar Jadi Hub Industri Syariah Dunia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Mar 2022 16:08 WIB
Menyikapi Penetapan Label Halal Indonesia
Foto: detik
Jakarta -

Industri syariah di Indonesia terus bertumbuh dengan pesat. Hal ini diperkuat dengan jumlah penduduk mayoritas beragama islam di Indonesia.

Untuk menggenjot pertumbuhan industri syariah di Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan kembali menyelenggarakan Global Islamic Investment Forum 2022 (GIIF 2022). Acara itu dilakukan pada Jumat 25 Maret mendatang.

Acara ini akan mempertemukan semua stakeholder di industri syariah Indonesia. Mulai dari perwakilan instansi pemerintah, organisasi internasional, perusahaan swasta, hingga lembaga investasi syariah. Pemangku kepentingan di industri syariah lainnya juga ikut hadir seperti Muassasah dan Badan Wakaf Indonesia.

Beberapa hal akan dibahas dalam forum ini, mulai dari investasi haji, tata kelola perusahaan syariah, pembiayaan sosial Islam, serta sistem keuangan dan fintech Islam

Pembiayaan ibadah haji jadi pembahasan utama forum ini. Seperti diketahui, ibadah haji sendiri telah diikuti jutaan orang tiap tahunnya dan membawa potensi ekonomi yang besar.

Bila dihitung-hitung ibadah haji telah menghasilkan devisa tidak kurang dari US$ 12 miliar setiap tahun untuk Kerajaan Arab Saudi. Banyak industri juga yang telah merasakan manfaat dari multiplier economic effect dari kegiatan haji, seperti industri ritel, real estate, maskapai penerbangan, jasa perjalanan, dan perhotelan.

Selama 2 tahun terakhir sejak 2020 sebagai dampak Pandemi COVID-19, ibadah haji dibatasi untuk umat Islam yang berada di Arab Saudi. Hal tersebut berdampak atas peningkatan jumlah jemaah haji tunggu serta dana yang terakumulasi. Hal ini tentunya meningkatkan nilai manfaat yang dibayarkan ke rekening virtual jemaah haji Indonesia.

Tahun 2022 ini, pandemi COVID-19 telah menunjukkan tren menurun. Arab Saudi pun telah mengizinkan umrah dan melonggarkan pembatasan kedatangan internasional untuk orang asing.

Hal ini membawa optimisme terhadap pemulihan sektor-sektor yang terkait dengan kegiatan haji, sekaligus membuka peluang investasi yang potensial untuk diupayakan oleh BPKH dan lembaga investasi lainnya.

Di sisi lain, dalam 10 tahun terakhir, aset-aset industri keuangan syariah meningkat lebih dari 300% menjadi hampir US$ 200 miliar. Bahkan dalam kondisi pandemi, total aset terus meningkat dari 13,7% di tahun 2020 menjadi 17,1% pada tahun 2021.

Meski terjadi perubahan akibat kondisi pandemi, perang, dan kondisi geopolitik dunia, pangsa pasar keuangan syariah tetap tumbuh dan akan mencapai US$ 3,69 trilliun pada tahun 2024.

Indonesia sebagai negara dengan umat muslim terbesar di dunia dan jemaah haji terbesar di dunia, merupakan market produk halal potensial sekaligus menjadi penggerak industri ibadah haji terbesar.

Lihat juga Video: MUI Soal Logo Halal Baru: Idealnya Ada Diskusi Publik

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)