Catat Nih! Cara Bikin Akun Medsos yang Tokcer buat Promosi Usaha

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 25 Mar 2022 08:00 WIB
Twitter
Foto: Ilustrasi media sosial (Getty Images/bombuscreative)
Jakarta -

Media sosial dinilai dapat menjadi wadah baru bagi seorang pengusaha untuk melakukan promosi. Dengan besarnya pengguna media sosial di Indonesia, promosi di media sosial dinilai ampuh untuk memperkenalkan produk di tengah masyarakat.

Namun untuk melakukan hal itu seorang pengusaha harus membangun citra usahanya di media sosial. Bagaimana caranya?

Sunil Tolani, founder MindsetMerdeka.id membagikan beberapa tips yang bisa digunakan bagi para pengusaha yang mau terjun promosi ke media sosial. Sunil sendiri mengatakan hal yang pertama harus diketahui adalah pengusaha harus tetap fokus menjalankan usahanya, bukan berarti membangun citra di media sosial malah membuat usahanya keteteran.

"Ini saran saya pribadi nggak bisa dibilang benar atau salah. Pertama itu fokus saja dulu, lakukan lah activity jualan seperti biasa," ungkap Sunil dalam talkshow d'Mentor detikcom.

Lebih lanjut, dalam membangun citra di produk di media sosial, setelah membuat akun, ada baiknya pengusaha membuat rencana dan target selama 100 hari. Selama 100 hari itu, akun tersebut harus konsisten diisi setiap hari.

Dalam membuat konten pun bukan berarti blak-blakan mempromosikan produknya saja. Harus ada topik yang dibicarakan juga di dalam setiap konten. Hal ini semata-mata untuk menarik perhatian pengguna media sosial.

"Sosial media itu bikin target 100 hari. Konsisten bikin konten, masukin konten. Pilih needs topik yang mau didiskusikan di dalamnya. Jadi bukan cuma, misalnya usaha FnB foto makanan aja yang di-upload," kata Sunil.

Sunil menjelaskan cari lah isu-isu yang sedang banyak dibicarakan masyarakat. Setelah atensi pengguna sosial media bisa ditarik, baru lah produk yang mau dipromosikan disisipkan.

"Ambil momentum yang cukup sensitif. Misalnya, what's happening to the politic? Atau what is mental health, itu isu yang banyak dibicarakan masyarakat. Bicara soal itu, masuk lah di situ sisipkan produknya," papar Sunil.

Kreativitas masing-masing orang sendiri memang berbeda-beda. Namun, tak perlu bingung kehabisan ide untuk membuat konten. Sunil menyarankan untuk referensi bisa saja mencari di akun-akun yang sudah ada.

Dia menjelaskan untuk referensi konten bisa saja mencari 10-30 akun yang memiliki kemiripan dengan bisnis atau produk yang dijalankan. Dari situ mulai lah operasi amati, tiru, dan modifikasi.

"Sambil bikin konten cek juga channel lain yg mirip sama bisnis kamu, lihat 10-30 akun, perhatikan kebiasaan yang mereka lakukan dalam bikin konten kayak apa. Pilih top 3 akunnya yang sekiranya mau kamu tiru, dari situ amati baik-baik, tiru, dan modifikasi," terang Sunil.

Lebih lanjut, Sunil juga menyarankan, ada baiknya sambil membuat konten cari juga potensi influencer yang mungkin bisa diajak kerja sama. Cari influencer yang setidaknya sering bicara soal bisnis atau produk yang sedang digeluti.

"Cari juga potential influencer yang nano dan mikro, yang mau bicara soal produk yang kamu geluti. Jadi sambil bikin konten terbentuk, kamu bisa kerja sama dengan mereka," lanjut Sunil.

Kenapa harus konsisten selama 100 hari? Sunil mengatakan hal itu dilakukan untuk membangun pengalaman yang mendalam. 100 hari rasanya akan cukup untuk menjadi jam terbang pengelolaan media sosial. Sambil eksplorasi dan mencari ilmu baru tentunya dalam mengelola media sosial untuk promosi.

"Konsisten itu penting, ini sekalian bikin jam terbang untuk kita selama 3 bulan," jelas Sunil.



Simak Video "Sukses Jualan di Sosial Media "
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)