Produk Lokal Mau Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri? Ini Caranya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 25 Mar 2022 18:45 WIB
Siapa bilang Indonesia tidak punya produk sepatu keren. Saat ini, geliat produk lokal sedang berkembang pesat, salah satunya sneakers yang mulai bermunculan. Di antara brand-brand lokal itu ada nama Exodos57 yang menyita perhatian khalayak dengan desain yang unik dan berkarakter.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan kolaborasi menjadi kunci utama bagi produk lokal untuk bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dengan adanya peningkatan ekosistem dan program transformasi digital yang sudah banyak difasilitasi pemerintah, diharapkan mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk pengusaha lokal membangun jejaring.

Pengusaha diharapkan mampu membangun jaringan dan berkolaborasi dengan merek lain atau komunitas. Dengan begitu, bisa lebih banyak pasar yang terbuka untuk melakukan promosi produk.

"Digitalisasi memampukan brand lokal untuk membuka peluang baru serta kolaborasi yang mampu memperluas pasar dan koneksi, adanya transformasi digital mampu membawa perubahan positif dan membuat usaha lebih maju dan berkembang karena brand-brand lokal harus berinovasi dan keluar dari zona nyaman usaha," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo Septriana Tangkary dalam keterangannya, Jumat (25/3/2022).

Owner Oxford Society, Brian Sutedja membenarkan bahwa kolaborasi jadi hal utama untuk berkembang. Dia mengatakan dengan ketersediaan ekosistem digital memudahkan mereknya untuk membangun dan memperluas koneksi dalam membangun kolaborasi bersama brand lain.

"Adanya digital membuat kita bisa kenalan dan mencoba connect satu sama lain dengan mudah memakai sosial media seperti Instagram. Bahkan kami pernah berkolaborasi dari awal hingga akhir, tetapi tidak pernah bertemu fisik, tetapi tetap bisa membangun kolaborasi yang baik," jelas Brian.

Sneaker influencer dan Owner BLK DMND Anugrah Aditya juga yakin dengan adanya kolaborasi mampu membuat brand lokal saling melengkapi kekurangan dan meningkatkan kelebihan dari hasil kolaborasi tersebut.

"Adanya hal ini menjadi tempat untuk menjaring komunikasi dan menjalin trust. Setiap brand pasti punya kelebihan dan kekurangan, dengan kolaborasi hal ini bisa saling melengkapi," tambah Adit.

(hal/ara)