3 Fakta Mal Sarinah Baru yang Nggak Jualan Produk Luar Lagi

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 29 Mar 2022 05:30 WIB
Plaza Sarinah kembali dibuka untuk umum mulai hari ini, Senin (21/3). Pusat perbelanjaan pertama di Indonesia ini sebelumnya ditutup lantaran direnovasi sejak Juni 2020.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Wajah baru Sarinah mulai diperlihatkan kembali ke masyarakat setelah direnovasi dalam setahun terakhir. Meski baru dibuka secara soft launching, tapi Sarinah sukses mencuri banyak perhatian masyarakat dengan tampilan barunya.

Simak 3 fakta terbaru Mal Sarinah yang dirangkum detikcom berikut.

1. 100% Lokal

Gedung Sarinah sudah beroperasi lagi sejak 21 Maret 2022 setelah direnovasi besar-besaran. Kini pusat perbelanjaan tertua di Jakarta itu diisi oleh 100% brand lokal.

Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan saat ini baru 75% tenant yang buka dari 95% keseluruhan mitra. Jumlahnya akan terus bertambah sampai Juni diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi kurang lebih sudah 95% terisi oleh para mitra dan tenant, yang sudah buka bersama-sama di soft launching (21 Maret) kira-kira 75%. Bertahap akan buka terus dan diharapkan Juni bisa diresmikan oleh Bapak Presiden dengan semua tenant sudah buka," kata Fetty dalam podcast Tolak Miskin.

Dengan hadirnya 100% produk lokal, maka gerai seperti McDonald's yang sebelumnya ada di sudut Sarinah dan semacamnya tidak akan ada lagi. Penutupan restoran itu pada 10 Mei 2020 sempat jadi perbincangan karena merupakan tempat tongkrongan 'sejuta umat'.

"100% lokal dari kuliner, tekstil, ritel. (McD) nggak ada lagi, nggak ada, (akan diisi dengan versi lokalnya) iya," tutur Fetty.

Pembukaan kembali Sarinah sekaligus menjadi transformasi dalam hal fisik bangunan dan juga konsep bisnis. Pihaknya mengusung tagline baru yakni 'panggung karya Indonesia'.

2. Siap Untung Lagi

PT Sarinah (Persero) memproyeksikan 2022 masih jadi tahun kerugian. Hal itu dikarenakan efek pandemi COVID-19 dan renovasi gedung yang membuatnya sempat tutup.

"Pandemi menimpa semua jenis usaha tidak terkecuali Sarinah, plus toko Sarinah Thamrin yang menjadi backbone-nya juga tutup untuk renovasi. Jadi performance di 2 tahun itu (2020-2021) tentu menurun drastis, 2022 karena memang masih masa pemulihan, belum positif," kata Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati dalam podcast Tolak Miskin di Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2022).

Kini Gedung Sarinah sudah beroperasi lagi sejak 21 Maret 2022 setelah dipugar dengan menghabiskan biaya Rp 700 miliar. Momentum ini diharapkan menjadi wajib kunjung destinasi para masyarakat hingga ditargetkan bisa kembali untung pada 2023.

"Di 2023 dan onward kita sudah cadangkan untuk positif," targetnya.

Target itu diyakini bisa tercapai karena Sarinah direncanakan akan mengelola ritel-ritel di bawah BUMN yang bergerak di bidang UMKM dan brand lokal. Dengan demikian secara fundamental bisa jauh lebih baik.

"Dari sisi bisnis pun akan tumbuh signifikan karena selain di-enrich tugasnya, juga di-enlarged dengan tambahan-tambahan lokasi tadi," tutur Fetty.

Dalam laporan keuangannya, Sarinah tercatat masih meraup laba setelah pajak sebesar Rp 20 miliar di tahun 2018. Lalu di 2019, perusahaan mengalami kerugian Rp 5,2 miliar. Di 2020, Fetty pernah memperkirakan kerugian tahun itu melonjak mencapai Rp 29,92 miliar.

Tonton video 'Melihat Wajah Baru Mal Sarinah Setelah Hampir 2 Tahun Tutup':

[Gambas:Video 20detik]