Kemarin Ibu-ibu Sulit Cari Migor, Kini Giliran Bapak-bapak Pusing Cari Solar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 29 Mar 2022 12:33 WIB
Papan penanda Bahan Bakar Minyak (BBM) solar habis terpasang di SPBU yang tutup, kawasan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/10/2021). Tutupnya SPBU tersebut diduga karena keterlambatan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) khususnya di wilayah Medan dan Deliserdang beberapa pekan terakhir. ANTARA FOTO/FRANSISCO CAROLIO/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carollio
Jakarta -

Kelangkaan minyak goreng terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Selain sulit didapatkan, harga minyak goreng juga melambung tinggi.

Tak heran, kabar ibu-ibu mengantre untuk mendapatkan minyak goreng bermunculan. Bahkan, mereka sampai berdesak-desakan untuk mendapatkan salah satu kebutuhan pokok tersebut.

Belum selesai urusan minyak goreng, kini giliran bapak-bapak sulit mendapatkan solar. Kabar langkanya solar heboh di jagat maya Twitter.

Seperti dilihat detikcom, Selasa (29/3/2022), salah seorang netizen menulis, antrean kendaraan diesel terjadi di SPBU Tambak Beras, Jombang. Dalam video yang diunggahnya, terlihat truk yang mengantre untuk mendapatkan solar.

Ada netizen lain yang mengunggah video serupa. Namun, ia tak menunjukkan lokasi SPBU.

Langkanya solar ini dibenarkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan. Dia mengatakan, kelangkaan terjadi di mana-mana.

"Sekarang di mana-mana sudah terjadi antrean di Pulau Jawa ini. Tapi kalau sebetulnya kelangkaan itu sudah sejak lama terjadi di daerah Sumatera dan Kalimantan," katanya kepada detikcom.

Dia mengatakan, kelangkaan solar di Sumatera dan Kalimantan sudah terjadi sejak lama. Bahkan, solar subsidi biasanya sudah habis sampai jam 2 siang.

"Ada (setahun langka), setiap tahun kok dialami, apalagi kalau akhir tahun, biasanya masalahnya terkait dengan kuota," terangnya.

Sementara, untuk Pulau Jawa kelangkaan terjadi sekitar seminggu terakhir. Dia mengonfirmasi, kelangkaan terjadi secara merata.

"Kan itu kuota kan ada batasannya, jadi kalau batasan kuota ini, kuotanya kan per bulan, per SPBU sekarang bisa kuota SPBU A habis, B belum. Kan ini menyulitkan," terangnya.

Lanjutnya, untuk mendapatkan solar para sopir truk mesti berpindah-pindah SPBU. Ia juga mendapat informasi di mana ada SPBU yang membatasi penjualan solar maksimal Rp 100 ribu.

"Kalau di Jawa harus pindah-pindah pom bensin, cari info di mana dah. Kadang-kadang kemarin di tol mereka batasi cuma bisa ngisi Rp 100 ribu," ujarnya.



Simak Video "Solar Langka di Labuhanbatu, Antrean di SPBU Bikin Lalin Macet Total"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)