Instrumen Investasi Makin Banyak, Jangan Tergiur Untung Instan!

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 30 Mar 2022 15:25 WIB
Trading
Foto: Freepik
Jakarta -

Pola pikir (mindset) investor menanamkan dana di berbagai instrumen investasi harus dibongkar. Investor harus meletakkan kesadaran bahwa berinvestasi ada pasang surutnya. Bukan meraup untung dalam sekejap.

"Misal, saat kita berinvestasi di saham, pasti harganya akan mengalami turun dan naik. Sebagai investor, hal itu lumrah. Berbeda jika sebagai trader yang memang mengejar keuntungan dalam waktu singkat," papar Vier Abdul Jamal, praktisi pasar modal ketika ditanya wartawan, Rabu, 30 Maret 2022.

Dia menambahkan, saat seseorang membeli saham, dia punya potensi mendapatkan keuntungan kenaikan harga (capital gain) atau dividen yang bersumber dari laba bersih perseroan.

Vier menegaskan, saat membeli instrumen investasi, sang investor sedang membeli peluang dan risiko. Peluang mendapat keuntungan, sekaligus memikul risiko kerugian.

"Karena itu, harus mampu mengelola risiko yang ada," tuturnya.

Menurut Vier, seorang investor harus memiliki horizon investment period. Misal, untuk jangka menengah, tiga hingga lima tahun. Lalu, untuk jangka panjang, bisa mencapai 20 tahun.

"Tidak ada yang instan, bukan beli sekarang, lalu untung. Kalau begitu, namanya trader. Mau untung besar dalam sekejap, risikonya juga besar. Mari rombak mindset kita. Kita harus punya horizon investment period," saran Vier.

Bersambung ke halaman selanjutnya.