Duh Duh Duh... Harga Migor sampai Daging Sapi Bergejolak Jelang Puasa

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2022 15:49 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencatat minyak goreng menjadi komoditas pangan yang harganya naik di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Renamanggala dalam paparannya.

"Kami juga mencatat ada ringkasan ada beberapa komoditas yang bergejolak di masing-masing Kanwil (Kantor Wilayah)," katanya dalam Forum Jurnalis virtual, Jumat (1/4/2022).

Ia memaparkan, seperti di kantor wilayah I yakni untuk wilayah Medan Sumatera Utara dan sekitarnya, harga komoditas yang naik di antaranya minyak goreng, cabai merah, gula pasir, dan daging sapi.

Kanwil II KPPU untuk wilayah Lampung, harga bahan pangan yang naik minyak goreng, cabai, daging sapi, bawang merah, dan gula. Untuk kanwil III untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hagra pangan yang naik minyak goreng, daging ayam, daging sapi telur, gula pasir dan bawang putih.

"Kanwil IV daging ayam, telur, garam, cabai, dan minyak goreng. Kanwil V, daging sapi, minyak goreng, gula pasir dan daging ayam. Kanwil VI terigu, minyak goreng, cabai, daging sapi, daging ayam, telur ayam. Kanwil VII, daging ayam, telur ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai, tepung terigu dan kedelai," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, kepala dari masing masing kantor wilayah memaparkan bagaimana gejolak harga minyak goreng. Salah satunya, Kepala Kantor Wilayah III Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Lina Rosmiati.

Ia mengungkap harga minyak goreng di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat naik gila-gilaan. Kenaikan itu baik untuk minyak goreng curah maupun kemasan premium.

"Bahan pokok yang masih menjadi pantauan di 3 daerah ini minyak goreng curah maupun, kemasan sederhana, kemasan premium, harganya bersaing di antara mereka sendiri. Kisaranya itu curah di Rp 18.000 sampai Rp 22.000 per kg. kemudian untuk kemasan Rp 48.000- Rp 51.000 per 2 liter," ungkapnya.

(dna/dna)