Airlangga Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5 Persen Tahun Ini

Jihaan Khoirunnissa - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2022 21:15 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Koordinasi antara pusat dan daerah disebut memegang peranan penting dalam upaya penanganan COVID-19. Jalinan koordinasi yang erat hingga ke level RT-RW tersebut turut mendorong ekonomi nasional sehingga berada di jalur yang positif. Bahkan, pemulihannya tergolong lebih cepat ketimbang krisis yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

"Dengan kebijakan gas dan rem dan satunya komando dari pusat sampai ke daerah, serta dengan penerapan PPKM dan micro management di level RT-RW, alhamdulillah kita dalam waktu 5 kuartal sudah kembali di jalur positif," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Jumat (1/4/2022).

"Pertumbuhan tahun ini diperkirakan bisa di atas 5% dengan syarat penanganan COVID-19 baik kemudian pemulihan ekonomi global diharapkan bisa mengejar walaupun ada geopolitik di Rusia dan Ukraina," tambahnya.

Dalam Rapat Kerja Nasional Camat dalam Mendukung Penanggulangan COVID-19 di Jakarta hari ini, Airlangga menjelaskan pemerintah masih terus berupaya menangani tantangan lain di masa pandemi, terutama dalam persiapan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya dengan mewajibkan vaksinasi booster sebagai syarat bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tidak menimbulkan gelombang kasus baru.

"Yang mudik adalah yang sudah di-booster. Jadi ini menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh para camat karena ini akan menjadi penting agar tidak menimbulkan wave baru pandemi COVID-19," tegas Airlangga.

Terkait perekonomian nasional, dia mengatakan pendapatan per kapita nasional sudah kembali ke level sebelum pandemi. Menurutnya, sejumlah leading indicator yang rilis pada akhir 2021 dan awal 2022 telah mengindikasikan prospek ekonomi yang terus meningkat.

"Rupiah stabil, IHSG masuk dalam rekor tertinggi yaitu di atas 7.000, dan ini berkat penanganan COVID-19 maupun pemulihan ekonomi yang berjalan secara optimal," terangnya.

Di samping itu, berbagai daerah juga menunjukkan perbaikan ekonomi, seperti Maluku, Papua, Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Sementara untuk Bali dan Nusa Tenggara, lanjut Airlangga, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan, seperti pelonggaran pengaturan karantina, sehingga sektor pariwisata diharapkan bisa mulai kembali bergerak.

"Bapak Presiden sudah melepaskan karantina, sehingga dengan demikian diharapkan tourism bisa mulai bergerak seperti dilihat di Batam, Bintan, dan Bali. Kita monitor, kalau sudah aman akan lebih diperluas lagi," terangnya.

Di samping itu, pihaknya juga memberikan dukungan pembiayaan bagi UMKM berupa KUR. Dengan harapan dapat memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif. Sekaligus meningkatkan kapasitas daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Bahkan, pemerintah juga menaikkan jumlah plafon KUR menjadi Rp 373 triliun.

"Ini naik 30% dibandingkan tahun lalu, sehingga dengan KUR, masyarakat punya akses terhadap pembiayaan. Yang di bawah 100 juta tanpa agunan, dan KUR juga diberikan kepada pekerja migran Indonesia," pungkasnya.

(ega/hns)