ADVERTISEMENT

Mengintip Peluang Bisnis Pulsa dan Data di Zaman Serba Internet

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 03 Apr 2022 15:45 WIB
Pinjam Online
Ilustrasi Bisnis Pulsa (Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)

Konsistensi dan kesuksesan MILI membangun jaringan kemitraan usaha kecil di Indonesia telah mendapatkan pengakuan dan amanah dari mitra-mitra strategis di industri produk pembayaran digital.

Salah satunya adalah Telkomsel, yang merupakan pemimpin pasar operator telekomunikasi seluler di Indonesia, dengan memberikan lisensi Authorized Distributor On-Line kepada MILI pada awal tahun 2022, hubungan keduanya sudah terjalin lama, sehingga Mili mampu berbisnis dengan basis digital.
Dengan aplikasi MILI berbasis digital, diharapkan seluruh pedagang pulsa dan data internet yang jumlahnya 1 juta, akan lebih mudah, cepat dan aman memanfaatkan teknologi digital.

Saat ini baru sekitar 60.000 yang telah memanfaatkan aplikasi MILI dan itu pun masih di sekitaran Jadebotabek.

Menurut pengakuan Erik, dari jumlah pengguna aplikasi MILI sebesar itu, telah berhasil membukukan penjualan sekelas unicorn yang umumnya di kisaran Rp 1 triliunan.

"MILI bukan unicorn, tapi revenue kami sekelas unicorn lah," ungkap Erik di sela sela acara Temu Tatap Muka Indonesia Leaders Network di Bekasi, Rabu 30 Maret 2022 lalu.

Dengan potensi pedagang pulsa dan data internet serta UMKM sekelas Street Retailer yang banyak tersebar di berbagai kota, dan juga banyaknya produk pembayaran memanfaatkan system digital, MILI berpotensi cukup besar menjadi unicorn yang bluechips. Apalagi selama ini dengan jumlah pedagang pulsa dan data yang telah menggunakan MILI, Erik tidak perlu melakukan hal bakar uang seperti yang dilakukan unicorn dalam mencari pasar.

"Kiita tidak perlu bakar uang, karena basis bisnis awal MILI B to B. Kita sebagai distributor pulsa dan data membantu agen atau penjual memanfaatkan aplikasi MILI," sergah Erik.

Erik optimis dengan semakin meningkatkan pemanfaatan internet, maka kebutuhan akan pulsa dan data juga meningkat. Saat ini diperkirakan setiap bulan sekitar 60% pemilik nomor aktif belanja pulsa dan data rata-rata Rp 100.000.

Jika pemilik nomor aktif mencapai 200 juta, maka total belanja 120 juta pemilik nomor mencapai Rp 12 triliun.

Belum lagi untuk belanja atau pembayaran lain, semisal beli token, bayar PLN, BPJS, PAM, PBB dan lain-lainnya.

Wajar dengan potensi itu, Erik berani menetapkan target penjualan hingga akhir tahun ini, mencapai kisaran Rp 3 Triliun. Dan untuk mencapai target itu, Erik mematok tahunn ini akan ada sekitar 200.000 pengguna aplikasi MILI.

"Dan target revenue tahun ini kita harapkan tumbuh 3 kali lipat," ujar Erik
Dan untuk mengenalkan MILI lebih dekat lagi ke masyarakat, Rabu kemarin, sekiytar 7 mobil mewah Alphard MILI dan beberapa mobil lain berlogo MILI melakukan konvoi keliling jalan besar kota Bekasi.


(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT