Pertamina Tegur PLN Soal BBM
Rabu, 24 Mei 2006 13:16 WIB
Jakarta - Pertamina menegur PLN soal pasokan BBM. Pertamina minta 'saudaranya' itu membuat perencanaan yang baik soal pasokan BBM, sehingga tidak senantiasa minta BBM secara dadakan.Hal tersebut disampaikan Dirut Pertamina Ari H Soemarno kepada wartawan usai bertemu dengan Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (24/5/2006)."Pertamina selalu memasok cukup untuk pembangkit listrik di mana pun. Akan tetapi yang kita butuhkan adalah perencanaan yang baik. Kalau mendadak kita nggak bisa," tegas Ari.Ia mencontohkan pembangkit Paiton yang mendadak mati, dan digantikan oleh PLTGU Grati. "Padahal sekarang Grati itu stoknya rendah karena dia tidak dirancang untuk dioperasikan secara base load. Jadi kalau ada kurang, ya diangkat. Tapi ini kan kurangnya lama masuknya," ujar Ari.Untuk menyuplai BBM, Pertamina harus terlebih dahulu mengorganisir kapal untuk distribusinya. Dengan demikian, lanjut Ari, jika ada permintaan mendadak akan sulit bagi Pertamina mengatur kapal-kapal tersebut.Sementara Menko Perekonomian Boediono mengatakan, untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi akhir-akhir ini, pemerintah akan mempercepat proses pengalihan pembangkit listrik berbahan bakar minyak menjadi pembangkit batubara."Dalam 2-3 tahun ini, banyak sekali yang akan tersedia. Jadi kita sekarang harus mencoba mengelola masa-masa ini sampai 2 tahun," ujarnya.Menurut Boediono, krisis listrik ini hanya bersifat sementara. Setelah crash program selesai diharapkan krisis dapat diselesaikan."Kuncinya, untuk menambah suplai yang memang ada ketimpangan dari supply dan demand. Dan ini sangat penting untuk menjaga supaya pertumbuhan ekonomi jangan terhambat," harap Boediono.
(qom/)











































