Awasi Pasokan, Satgas 'Tanam' Orang di Pabrik Minyak Goreng

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 04 Apr 2022 13:21 WIB
Pekerja menyelesaikan produksi minyak goreng di Bekasi, Rabu (16/3/2022). Meski minyak dipasaran tergolong langka namun produksi di pabrik ini tetap berlangsung.
Ilustrasi Minyak Goreng (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkap pihaknya bersama Kementerian Perindustrian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan mengawasi proses produksi minyak goreng curah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan minyak goreng curah benar diproduksi dan tersalurkan ke masyarakat.

"Kami bersama Kementerian Perindustrian membentuk satgas gabungn, ini satgas gabungan kita tempatan mulai di level pusat para produsen, kantor pusat, kita tempatkan personil-personil dari polisi kemudian dari Kementerian Perindustrian," katanya dalam konferensi pers mengenai Minyak Goreng Curah, Senin (4/4/2022).

Sigit mengatakan satgas tersebut akan mengawasi proses produksi hingga distribusi minyak goreng curah selama 24 jam. Penempatan satgas ini juga di produsen minyak goreng besar.

"Satgas 24 jam mengawasi proses produksi, kita pastikan ini dan sudah menjadi komitmen yang betul-betul bisa dilaksanakan," jelasnya.

Pengawasan ini juga dilakukan untuk meyakini perusahaan minyak goreng bahwa pemerintah benar-benar akan membayar subsidi atas program minyak goreng curah. Sigit memastikan perusahaan yang sudah kontrak akan diberikan penggantian atau subsidi yang dijanjikan.

"Ada keraguan penggantian. Ini semuanya yang sudah diikat dengan kontrak BPDPKS sudah pasti diberikan subsisi. Tugas dari produsen memastikan produksinya. Sesuai dari kontrak yang ditetapkan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap sudah ada 72 perusahan minyak goreng yang kontrak untuk memproduksi minyak goreng curah bersubsidi.

"Sampai hari ini kita sudah mengeluarkan 72 kontrak. Artinya ada 72 perusahaan yang kita keluarkan kontrak untuk program MGS curah. Dan kita sudah dalam kontrak dalam tersebut mengcover dengan jumlah yang cukup bagi kebutuhan nasional per hari," jelasnya.

"Dan mengcover kemana saya produsen itu melakukan distribusi di wilayah kerja masing masing" tutupnya.

(dna/dna)