Konsumsi Ikan Saat Ramadan Diprediksi Capai 2,64 Juta Ton

Dea Duta Aulia - detikFinance
Senin, 04 Apr 2022 15:29 WIB
Pedagang dan nelayan bertransaksi ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Rowosari, Kendal, Jateng, Kamis (31/3/2022). Menurut nelayan setempat, melimpahnya hasil tangkapan ikan sejak beberapa pekan melimpah dipengaruhi oleh cuaca di Laut Jawa. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprediksi produksi perikanan hasil tangkap dan budidaya meningkatkan selama selama Ramadan. Sehingga stok ikan untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadan bisa terpenuhi.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini Hanafi menjelaskan tingginya produksi ikan tahun 2022 tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh KKP dengan menerbitkan sejumlah izin perikanan tangkap pada periode Januari hingga Maret 2022. Penerbitan izin meningkat 70% dibanding periode serupa tahun sebelumnya, yakni dari 1.414 menjadi 2.383 izin.

"Sekarang pelaku perikanan tangkap lebih bergairah ditandai dengan meningkatnya izin yang terbit, baik izin berusaha penangkapan maupun Surat Persetujuan Berlayar (SPB)," kata Zaini dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).

"Dengan banyaknya kapal yang aktif melaut saat ini, berarti itu juga akan identik dengan peningkatan produksi. Peningkatan produksi inilah yang kita gunakan untuk antisipasi kemeriahan Lebaran tahun ini," imbuhnya.

Zaini menuturkan selama Ramadan hingga Idul Fitri 2022, jumlah konsumsi ikan masyarakat diprediksi mencapai 2,64 juga ton. Angka tersebut masih di bawah jumlah prediksi produksi ikan tahun 2022 yang mencapai 3 juta ton. Mengacu pada data kebutuhan ikan menjelang puasa dan Lebaran tahun-tahun sebelumnya, stok ikan selalu mencukupi kebutuhan masyarakat bahkan surplus.

Khusus untuk ikan budidaya periode Januari sampai April 2022, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu menyebutkan sektor ini diperkirakan akan panen nasional mencapai 1,5 juta ton yang berlangsung di sejumlah daerah, seperti Pulau Sumatera, Jawa, Kalimatan, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Pulau Maluku, Papua.

"Dengan hasil panen itu, tentunya akan menambah stok ikan nasional selain dari perikanan tangkap, untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran tahun ini," ujar Tb Haeru.

Ia menyebutkan peran dari perikanan budidaya sangat besar. Sebab komoditas tersebut mampu memenuhi 30 sampai 50% kebutuhan ikan di masyarakat. Sebagai contoh, share pemenuhan ikan budidaya di Pulau Sumatera mencapai 46,1% dengan komoditas utama lele, mas, nila, udang, vaname, dan patin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widarti menambahkan dengan tingginya produksi ikan maka harganya pun diprediksi akan lebih stabil selama Ramadan 2022. Sekalipun terjadi kenaikan maka hanya berkisar 5-10% saja.

"Ikan ini kan ragamnya banyak sekali dari yang murah sampai mahal. Insyaallah stok perikanan aman sampai lebaran. Jadi nggak perlu ribut-ribut atau galau, karena kalau daging mahal kenapa enggak beralih ke ikan. Ikan cukup terjangkau harganya dan dari sisi gizi sangat baik sekali," jelas Artati.

Dari sisi lain, Plt. Kepala BKIPM KKP Hari Maryadi menambahkan KKP akan menyediakan tim Satgas untuk memastikan ketersediaan ikan di pasar. Satgas akan melakukan pengecekan ke sejumlah tempat penyimpanan ikan yang dikelola oleh pemerintah atau swasta.

"Biasanya menjelang lebaran gini ada Satgas, bersama teman-teman di bandara, pelabuhan untuk memastikan lalu lintas pergerakan produk perikanan dari satu tempat ke tempat lain lancar. Sehingga kebutuhan ikan sebagai bahan pangan tersedia setiap saat," tutup Plt. Kepala BKIPM KKP Hari Maryadi.

(ncm/hns)