Pelunasan Utang IMF Lihat Perkembangan Cadangan Devisa
Rabu, 24 Mei 2006 14:39 WIB
Jakarta - Pemerintah dan BI masih mengkaji pelunasan utang ke IMF. Percepatan pelunasan utang ke IMF memang memungkinkan, tetapi harus tetap memperhatikan cadangan devisa yang ada di BI untuk menjaga kestabilan ekonomi.Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (24/5/2006)."Kita harus meng-excercise untuk proyeksi ke depan. Proyeksinya perkiraan perkembangan devisa kita bagaimana, kemudian kebutuhan devisa yang cukup untuk mempertahankan kestabilan itu berapa. Nanti kita buat excercise, misalnya inilah nanti yang cukup untuk membayar kembali," urai Boediono.Proyeksi ekonomi yang akan dilakukan pemerintah meliputi proyeksi perkembangan ekonomi dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Sementara Menkeu Sri Mulyani mengatakan, meski utang IMF masuk dalam cadangan devisa, namun secara tidak langsung akan mempengaruhi APBN. "IMF itu masuk dalam cadangan devisa. Kalkulasinya betul-betul pure ke neraca pembayaran dan neraca BI yang nanti akan kita komunikasikan. Tetapi keputusan situasi neraca pembayaran dan neraca BI akan mempengaruhi APBN karena akan mempengaruhi nilai tukar, persepsi risiko dan kepercayaan," jelas Sri Mulyani. Soal penghematan anggaran pemerintah, Sri Mulyani mengatakan bahwa angkanya akan terus bergerak tergantung pada asumai nilai tukar, suku bunga treasury AS, charge atau bunga IMF dan kemampuan BI untuk menempatkan cadangan devisanya.
(qom/)











































