Canggih! Ada Aplikasi Lokal Bisa Pantau Limbah Tambang

Tim Detikcom - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2022 09:17 WIB
Limbah merkuri dan sianida di kebun sagu di kawasan Gunung Botak.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat perkembangan digitalisasi semakin cepat. Kebiasaan orang kini bergeser dari cara konvensional ke digitalisasi.

Tak cuma dari lini bisnis yang menghasilkan nilai ekonomi, pengelolaan limbah yang dilakukan perusahaan pun dinilai perlu mengadaptasi cara digital. Apalagi, Indonesia tengah mengusung industri 4.0.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan dan pengawasan penanganan limbah adalah hal yang penting.

"Untuk menyikapi hal tersebut, perlu dibangun suatu sistem yang mampu melihat fluktuasi data secara realtime. Dengan adanya sistem ini, data-data terkait kualitas lingkungan dapat diakses dengan lebih cepat dan akurat sehingga langkah-langkah pengambilan kebijakan pun diharapkan mampu lebih cepat dan tepat," jelas Sigit Rabu (6/4/2022).

Sigit menyatakan, KLHK ke depan berharap adanya peningkatan peran masyarakat dalam pemanfaatan teknologi digital. Dengan adanya data-data kualitas lingkungan yang mampu diakses oleh publik, masyarakat akan mengetahui kondisi lingkungan di sekitarnya, apakah masih baik atau justru sudah tercemar.

Sebagai langkah digitalisasi dalam pengelolaan limbah, BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, atau Mining Industry Indonesia saat ini tengah melakukan uji coba aplikasi digital bernama Mastermine. Aplikasi ini bertujuan untuk melakukan pengelolaan limbah tambang secara optimal. Selain itu, Holding tambang beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk ini berharap perubahan dari manual ke digital mampu hasilkan efisiensi biaya.

Direktur Pengembangan Usaha Mind ID, Dilo Seno Widagdo mengatakan transformasi digital sudah menjadi salah satu tema strategis utama yakni meningkatkan daya saing biaya melalui digital. Mastermine diharapkan akan mempermudah monitoring kualitas air limbah tambang melalui perubahan dari manual menjadi digital.

"Perusahaan berupaya mengaplikasikan teknologi mutakhir dan penerapan digitalisasi pada rantai nilai untuk dapat menciptakan penghematan biaya dan keberlangsungan usaha," ungkap Dilo.

Menurut Dilo tata kelola limbah menjadi perhatian karena operasional penambangan dan pengolahan mineral Grup Mind ID menghasilkan produk samping yang memerlukan penanganan dengan tingkat prioritas tinggi.

Sedangkan waste treatment merupakan elemen biaya operasional penambangan yang cukup tinggi. Aplikasi Mastermine diharapkan akan menghasilkan nilai efisiensi 10-20% dari total biaya pengolahan air limbah tambang.

Rhesa Avila Zainal, Hustler POWERxWIT mengatakan, aplikasi Mastermine membuktikan karya anak bangsa dapat mendukung kemajuan industri pertambangan di Indonesia. Apalagi, di masa depan iklim digitalisasi industri pertambangan akan lebih tinggi, operasi tambang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan.

"Penggunaan aplikasi digital harus menjadi prioritas seluruh pelaku usaha pertambangan minerba di Indonesia," jelas Rhesa.

Mastermine memiliki sistem terintegrasi secara chemical dan digital untuk dapat mengolah, memonitor, dan mengontrol sistem pengolahan air limbah tambang secara online dan mudah digunakan. Pekerja tambang dapat memantau kualitas air limbah tambang dan mengatur dosis reagen yang diinjeksikan ke dalam air limbah tambang secara real time.

Mastermine merupakan aplikasi karya anak bangsa dan diharapkan akan full operating pada kuartal IV 2022.



Simak Video "Pabrik Alumunium di Medan ini Tidak Mengeluarkan Asap Limbah, Kok Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)