Industri Pembiayaan Menggeliat Sepanjang 2021, Begini Datanya

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 07 Apr 2022 09:15 WIB
Syarat Penerima BSU dan Cara Cek Bantuan Subsidi Upah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Dhana Kencana
Jakarta -

PT Radana Bhaskara Finance Tbk (Radana Finance) mencatatkan kinerja positif di tahun 2021 setelah selama 3 tahun terakhir membukukan kerugian. Setelah bertransformasi menjadi Perusahaan Pembiayaan yang melayani segmen UKM, Radana Finance berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 34,7 miliar sepanjang 2021, atau naik sekitar 141% (yoy).

Radana Finance juga berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 1,48 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 255% (yoy). Capaian positif ini diikuti dengan rasio piutang bermasalah (%NPF) yang terjaga di kisaran 0,12%.

"Pencapaian laba pada tahun 2021 ditopang oleh total pendapatan yang tumbuh melesat dan penurunan beban operasional yang cukup signifikan," ujar Rizalsyah Riezky selaku Direktur Keuangan. Pada tahun 2021, Radana Finance berhasil membubuhkan pendapatan sebesar Rp 155 miliar, atau naik sebesar 54% (yoy).

Kenaikan tersebut sangat dipengaruhi oleh jumlah booking yang cukup signifikan. Direktur Bisnis Radana, Milokevin Wendiady memaparkan bahwa naiknya jumlah booking seiring dengan pulihnya kondisi pandemi serta keberhasilan Perseroan dalam menyempurnakan proses bisnisnya.

Selain itu, biaya operasional juga berhasil ditekan hingga Rp 74 miliar atau turun sebesar 42% (yoy). Hal ini didorong oleh keberhasilan manajemen dalam melakukan transformasi model bisnis sehingga menjadi lebih efisien.

Dari laporan posisi keuangan, Radana Finance mencatatkan kenaikan pada total asset sebesar 66% (yoy) menjadi Rp 1,28 triliun dari posisi yang sama sebelumnya sebesar Rp 772 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh naiknya piutang pembiayaan-gross yang cukup substansial sebesar 209% (yoy) menjadi Rp 1,1 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 357 miliar.

Selaras dengan capaian tersebut, rasio FAR (Financing to Asset Ratio) terjaga pada angka 86%. Liabilitas tercatat naik sebesar 145% (yoy) menjadi Rp 651 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 266 miliar. Hal ini dikarenakan selama kurun waktu Januari 2021 sampai dengan Desember 2021, outstanding pinjaman bank Perseroan sebesar Rp 545 miliar, naik sebesar 195% (yoy).

Ekuitas dibukukan mencapai Rp 629 miliar, naik 24% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar Rp 506 miliar. Hal ini dikarenakan Perseroan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada kuartal IV 2021.

Semua pencapaian yang diraih oleh Radana Finance merupakan hasil kerja keras dan koordinasi yang erat dari seluruh stakeholders. Diharapkan sinergi yang baik serta dukungan dari seluruh stakeholders akan terus berlangsung sehingga kami terus dapat memberikan layanan yang terbaik serta selalu menjadi mitra andal dan sahabat terpercaya bagi pelaku usaha yang membutuhkan solusi keuangan," tutup Rizal.

(dna/dna)