Anwar Abbas Minta Pemerintah Atur Lagi HET Minyak Goreng Kemasan

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2022 20:45 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas
Foto: Iswahyudi / 20detik)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pemerintah kembali memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan. Menurut MUI, tugas pemerintah adalah melindungi dan menyejahterakan rakyat.

Oleh karena itu di tengah lonjakan harga komoditas global, Wakil Ketua Umun MUI Anwar Abbas menjelaskan pemerintah harus hadir dengan membuat kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat banyak.

"Untuk itu pemerintah diharapkan supaya tetap membuat harga eceran tertinggi (HET) tidak hanya untuk minyak goreng curah tapi juga untuk minyak goreng dalam kemasan," katanya dikutip detikcom dari keterangan tertulis, Jumat (8/4/2022).

Sebab, jika tidak diatur HET minyak goreng kemasan, dan masalah harga hanya diserahkan kepada harga keekonomian atau kepada pasar yang bersifat oligopoli, menurutnya masyarakat banyak akan menjadi korbannya.

"Untuk itu adanya keberpihakan dan ketegasan sikap yang jelas dari pemerintah bagi melindungi kebutuhan dan kepentingan rakyat banyak tentu jelas sangat dituntut," sebut Abbas.

Lanjut dia, adanya koordinasi dan sinkronisasi yang baik di antara berbagai pihak terkait sangat diperlukan agar tujuan pemerintah dan seluruh pihak demi terciptanya kemakmuran rakyat dapat terwujud dan tercapai.

"Adanya koordinasi dan sinkronisasi yang baik di antara berbagai pihak yang terkait dengan masalah ini tentu sangat diharapkan agar tujuan dari pemerintah dan kita semua untuk terciptanya sebesar-besar kemakmuran rakyat dapat terwujud dan tercapai," tambahnya.

Diketahui bahwa pemerintah mencabut kebijakan HET minyak goreng kemasan per 16 Maret 2022. Pencabutan HET berlaku dengan dicabutnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng.



Simak Video "Zulhas Pastikan Minyak Goreng Curah Tetap Ada di Pasaran"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/das)