ADVERTISEMENT

Semua Serba Digital, Sektor Kesehatan RI Perlu Perkuat Keamanan Siber

Kholida Qothrunnad - detikFinance
Minggu, 10 Apr 2022 11:11 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Di era digitalisasi saat ini, keamanan siber menjadi hal yang sangat penting. Semua sektor yang penting perlu memperhatikan hal ini agar terhindar dari kejahatan siber.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun lalu, telah meluncurkan enam pilar transformasi pada sektor kesehatan di Indonesia. Layanan transformasi itu, rencananya akan dilakukan mulai dari tahun 2021 hingga 2024 mendatang.

Enam pilar tersebut adalah transformasi layanan primer, transformasi layanan sekunder (rujukan atau rumah sakit), transformasi sistem layanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.

Rektor Institut Kesehatan Indonesia Dr. Nurlis Effendi, SH, MH juga menekankan perlunya transformasi regulasi, selain 6 pilar yang dicanangkan Kemenkes itu.

"Seharusnya selain enam pilar, kita juga memerlukan transformasi regulasi kesehatan," ujar Nurlis dalam acara Talkshow "Transformasi Kesehatan Indonesia", Kampus IKI, Kelapa Gading, Jakarta, dalam keterangannya ditulis Minggu (10/4/2022).

Menurut Nurlis penekanan regulasi kesehatan perlu dilakukan, karena masih banyak aturan dan undang-undang yang belum mendukung perkembangan transformasi teknologi kesehatan di Indonesia. Selain transformasi regulasi, Nurlis juga menekankan pada teknologi data (siber).

"Di Amerika, kejahatan siber menyasar data kesehatan. Karena itu, sebelum terjadi di Indonesia, keamanan data kesehatan atau cyber security-nya harus diperkuat," ujar Nurlis.

Sementara, Pakar Spesialis Emergency, Ahli Gigitan Ular Berbisa, Dr. Tri Maharani, M. Si. Sp.EM., mengatakan pentingnya transformasi kedaruratan saat bencana, dengan memberikan makanan bergizi, tidak hanya mi instan saja.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasiona (BRIN) Dr. drh. Didik Budijanto, M. Kes., juga menyebut transformasi dari sistem teknologi kesehatan harus berbasis data dan pelayanan.

"Transformasi 6 pilar kesehatan harus fokus dari teknologi digital di kesehatan, akan kami geser dari yang sifatnya pelaporan, menjadi pelayanan," ujar Didik



Simak Video "Tak Hanya Online, OVO Juga Hadirkan 8 Juta Titik Top Up Saldo Offline"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT