Petani Mau Tingkatkan Produktivitas? BUMN Tawarkan Program Ini

ADVERTISEMENT

Petani Mau Tingkatkan Produktivitas? BUMN Tawarkan Program Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 10 Apr 2022 22:45 WIB
Petani bawang di Brebes menolak rencana penghapusan pupuk subsidi ZA dan SP-36, Jumat (18/3/2022).
Foto: Imam Suripto/detikJateng
Jakarta -

Kementerian BUMN mempunyai program peningkatan produktivitas petani melalui program Makmur. Program ini dapat menghubungkan petani dengan ekosistem kebutuhan pertanian yang lengkap.

Mulai dari pendampingan proyek pertanian, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengajak agar para petani mengikuti program ini.

Salah satunya para petani di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Arya mengatakan bahwa program Makmur bisa dimanfaatkan oleh para masyarakat Kabupaten Karo, yang sekitar 75% merupakan seorang petani.

"Tanah Karo ini kan 75% nya petani. Saya sudah keliling ke 11 titik Makmur dan ternyata Karo belum masuk program Makmur," ungkap Arya dalam keterangannya, Minggu (10/4/2022).

Arya mengatakan program Makmur merupakan salah satu upaya dan solusi yang diberikan pemerintah kepada petani tanah air untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usaha tani.

"Program Makmur ini bisa bantu petani Karo untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Terbukti kita di Karawang peningkatan produktivitasnya mencapai 30%," kata Arya.

Selain itu, dikatakan Arya bahwa Program Makmur mampu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh para petani. Adapun keluhan yang sering didapatkan para petani adalah mengenai ketersediaan pupuk. Melalui program Makmur ini, Arya memastikan kebutuhan pupuk petani akan lebih terjamin, apalagi pupuk yang dimanfaatkan merupakan non subsidi atau komersil.

Program Makmur ditawarkan untuk dilaksanakan di atas lahan seluas 200 hektar untuk komoditas jagung di Kabupaten Karo, Sumut.

Hingga Maret 2022, program Makmur telah dilaksanakan di atas lahan seluas 92.884 hektar dan diikuti oleh 37.818 orang petani yang tersebar di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara.

Dari lahan seluas 92.884 hektar ini, terdiri dari beberapa komoditas seperti padi di lahan seluas 18.212 hektar dan diikuti oleh 15.625 petani. Sawit di lahan seluas 47.102 hektar dan diikuti 10.643 petani. Tebu di lahan seluas 17.721 hektar dan diikuti oleh 5.753 petani.

Selanjutnya, komoditas jagung di lahan seluas 7.596 hektar dan diikuti oleh 2.932 petani. Hortikultura di lahan seluas 1.955 hektare dan diikuti oleh 2.589 petani. Perkebunan Rakyat di lahan seluas 298 hektare dan diikuti 276 petani.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT