Krisis Parah, Sri Lanka Beri Sinyal Gagal Bayar Utang Luar Negeri

Krisis Parah, Sri Lanka Beri Sinyal Gagal Bayar Utang Luar Negeri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2022 09:35 WIB
Krisis Parah, Sri Lanka Beri Sinyal Gagal Bayar Utang Luar Negeri
Kantor Presiden Sri Lanka Digeruduk Warga Gegara Krisis Ekonomi/Foto: AP Photo/Eranga Jayawardena
Jakarta -

Sri Lanka bakal mengalami gagal bayar utang luar negerinya di tengah krisis ekonomi terburuk selama lebih dari 70 tahun. Para pejabat mengatakan, dampak pandemi dan perang di Ukraina membuatnya mustahil untuk membayar utang ke kreditur.

Dikutip dari BBC, Rabu (13/4/2022), negara ini tengah dilanda protes massal karena kekurangan pangan, lonjakan harga, hingga pemadaman listrik.

Sri Lanka akan memulai pembicaraan dengan International Monetary Fund (IMF) minggu depan terkait program pinjaman untuk mengembalikan ekonomi ke jalurnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Keuangan Sri Lanka mengatakan pihaknya memiliki catatan tanpa cacat dalam pembayaran sejak merdeka dari Inggris pada 1948.

"Namun, peristiwa baru-baru ini telah mengikis posisi fiskal Sri Lanka yang melanjutkan pembayaran normal kewajiban utang publik eksternal menjadi tidak mungkin," katanya.

ADVERTISEMENT

Dalam catatan kementerian, IMF telah menilai utang Sri Lanka tidak berkelanjutan bulan lalu.

"Meskipun pemerintah telah mengambil langkah-langkah luar biasa dalam upaya untuk tetap mengetahui semua utang luar negerinya, sekarang jelas bahwa ini bukan lagi kebijakan yang dapat dipertahankan," katanya.

"Restrukturisasi komprehensif dari kewajiban ini akan diperlukan," tambahnya.

Simak video 'Seluruh Menteri Kabinet Sri Lanka Mengundurkan Diri!':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads