Dampak Ngeri Perang Rusia-Ukraina untuk Dunia: Inflasi dan Kelaparan!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 14 Apr 2022 14:28 WIB
Serangan Rusia ke Ukraina hancurkan infrastruktur di wilayah tersebut. Salah satunya Bandara Internasional Mykolaiv yang rusak berat dan tampak porak poranda.
Foto: REUTERS/UESLEI MARCELINO
Jakarta -

Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen menyatakan invasi Rusia di Ukraina sangat berpengaruh pada perekonomian global. Perang telah memicu kekhawatiran resesi dan menciptakan ancaman kelaparan kepada ratusan juta orang di dunia.

Dilansir dari CNN, Kamis (14/4/2022), dalam pidatonya di Dewan Atlantik, Yellen mengatakan perang telah membuat lonjakan dramatis di seluruh dunia pada biaya makanan dan bahan bakar.

Kenaikan harga, menurut Yellen, sebetulnya sudah dimulai akibat pandemi dan masalah rantai pasokan. Namun, kini secara drastis masalah itu diperburuk oleh krisis ekonomi yang disebabkan perang.

Kenaikan biaya tidak hanya meningkatkan inflasi tetapi juga mengurangi permintaan, karena rumah tangga menghabiskan lebih banyak pendapatan mereka untuk kebutuhan pokoknya.

Dia juga sempat menyinggung inflasi yang terjadi karena perang akan sangat menekan ekonomi Eropa, bahkan mendorong kawasan itu masuk ke jurang resesi. Pasalnya, negara-negara di dana sangat bergantung pada ekspor energi Rusia yang saat ini menghadapi kemungkinan kekurangan pasokan.

"Ini benar-benar keprihatinan besar. Khususnya di Eropa, yang paling rentan, saya lebih khawatir tentang prospek resesi," papar Yellen.

Kekhawatiran Yellen meluas pada masalah ancaman kelaparan. Dia mengatakan banyak orang di seluruh dunia yang mungkin kesulitan membeli dan mengakses makanan. Menurutnya, setidaknya ada 275 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut akibat perang.

Yellen juga mengirimkan peringatan keras ke negara-negara yang tidak bergerak untuk memutuskan hubungan keuangan dengan Rusia. Peringatan juga diberikan Yellen kepada negara-negara yang berusaha untuk melemahkan sanksi yang dijatuhkan karena perang di Ukraina.

"Sekarang izinkan saya mengatakan beberapa patah kata kepada negara-negara yang saat ini duduk di pagar. Mungkin untuk melihat peluang untuk mendapatkan atau mempertahankan hubungan mereka dengan Rusia adalah motivasi yang sangat picik," kata Yellen.

Yellen pun menyindir hubungan khusus antara China dengan Rusia. Dia berharap bahwa hasil dari setiap diskusi antara kedua negara akan mengakhiri perang. Beberapa negara, termasuk China dan India memang belum melepas hubungan dengan Rusia, mengingat kebutuhan mereka untuk mengimpor energi dalam jumlah besar.

Simak video 'Sri Mulyani Ungkap Horornya Efek Perang Rusia-Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/zlf)