ADVERTISEMENT

RI Mau Jajaki Impor Kedelai Murah dari Brasil

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 15 Apr 2022 14:34 WIB
Perajin tahu dan tempe di Depok gelar aksi unjuk rasa imbas kenaikan harga kedelai. Tak hanya itu, mereka juga mogok produksi selama 3 hari.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan telah mendapatkan penugasan untuk mengimpor 200.000 ton kedelai. Tahap pertama, Bulog baru mengimpor dari Amerika Serikat.

Pihaknya menyebut ke depannya akan mendatangkan kedelai murah dari beberapa negara lain salah satunya Brasil. Hal ini dikatakan oleh Buwas saat mengecek kedatangan impor daging kerbau beku di Terminal Mustika Alam Lestari - Tanjung Priok, Jakarta Kamis (14/4) kemarin.

"Penugasan kedelai sedang proses dan menjajaki beberpaa negara prosuksi kedelai. Saat ini mengambil yg ada stok dari Amerika sisa impornya, next kita akan datangkan dari bebeberpa negara salah satunya Brasil relatif lebih murah. Jadi diharapkan khusus perajin tahu tempe kebutuhan kedelainya bisa terpenuhi," kata Buwas, dikutip Jumat (15/4/2022).

Untuk kedelai yang didatangkan dari Amerika Serikat (AS) sudah tersedia 50.000 ton. Buwas bilang kedelai itu tinggal masuk tahap distribusi.

"Dari Amerika ini sudah ada di kita, hanya tinggal penyaluran. Kita menunggu KOPTI (Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia) untuk daftar penerima dan kita diskusikan," ungkapnya.

Meski demikian, Buwas mengatakan tetap akan mengutamakan produksi kedelai dalam negeri. "Tentu produksi lokal kita utamakan. Jadi kalau petani minta lokal minta (harga beli) Rp 9.000 kita beli Rp 9.000. Kalau harga sekarang kan katanya murah sehingga petani tidak mau menanam lagi. Ini lagi diupayakan oleh Kementan," tutupnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT