Harga Daging Kerbau Beku Bulog Rp 80.000/Kg, Bisa Beli di Mana?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 15 Apr 2022 16:31 WIB
Detikcom Blak-blakan bersama Kepala Bulog Budi Waseso di Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas mengatakan daging kerbau yang diimpor dari India dijual sampai ke konsumen Rp 80.000 per kilogram (Kg). Masyarakat yang ingin membeli bisa mendapatkan di ritel modern seperti Indomaret hingga Alfamart.

Hal ini disampaikan Buwas saat mengecek daging kerbau beku dari India yang baru sampai di Terminal Mustika Alam Lestari - Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (14/4). Kedatangan daging kerbau beku ini merupakan tahap kedua.

"Kalau daging kerbau (impor) ini ke konsumen Rp 80.000/Kg, dari Bulog dijual Rp 70.000/Kg jadi ada selisih Rp 10.000. Jadi ada di ritel-ritel di Indomaret, di Alfamart. Jadi tolong teman-teman kalau ikut ngecheck, jangan sampai menjual lebih dari itu. Kalau menjual lebih dari itu artinya ada penyimpangan. Kita berharap kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Karena daging sapi ini masih kurang," tutur Buwas, dikutip Jumat (15/4/2022).

Buwas mengatakan impor daging kerbau ini merupakan penugasan menyetok daging kerbau untuk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2022. Total daging kerbau beku yang bakal diimpor menjelang Lebaran sebanyak 36.000 ton.

"Kita dapat penugasan 100.000 ton. Untuk percepatan Ramadan ini sebanyak 36.000 ton untuk kebutuhan Ramadan. Ini hanya (impor) dari India yang kita pilih sudah kita kontrak," ujarnya.

Tahap pertama impor daging kerbau ini telah dilakukan Maret 2022 sekitar 20.000 ton daging. Buwas menyampaikan awal tahap kedua baru datang sekitar 6 kontainer yang berisi 28 ton daging kerbau. Artinya jika dijumlahkan 6 kontainer dikali 28 ton, berkisar ada 168 ton daging kerbau.

"Hari ini datang daging kerbau impor dari India yang kita pilih dan sudah melalui karantina. Hari ini datang ada 6 kontainer yang berisi 28 ton daging kerbau. Ini akan bertahap untuk kebutuhan dalam negeri utamanya saat Ramadan dan Idul Fitri. Lusa juga akan datang lagi," tuturnya.

"Ini berikut betahap menjelang lebaran atau akhir April diperkirakan akan ada 15.0000 ton lagi sampai menjelang lebaran," tutupnya.

(dna/dna)