Kementan Getol Sebar Alsintan ke Petani, Apa Sih Manfaatnya?

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 15 Apr 2022 18:15 WIB
Petani Bojongemas, Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, kini tengah panen padi. Mereka menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk memanen padi.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menjadi komponen penting untuk mendorong modernisasi pertanian di Indonesia. Pasalnya, dengan menggunakan Alsintan dapat meningkatkan produktivitas dan hasil panen para petani.

Inovasi Alsintan di Indonesia terus berkembang, tidak sedikit perusahaan Alsintan di Indonesia mulai mengembangkan Alsintan sesuai kebutuhan petani.

Bahkan sesuai penyerapan, Menurut data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), jumlah pengadaan Alsintan di Kementan pada 2021 jauh lebih banyak menggunakan buatan dalam negeri ketimbang impor yang mencapai angka Rp 990,47 miliar atau 65,56 persen.

Menanggapi hal ini, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, I Made Supartha Utama memberikan tanggapan. Menurutnya, di era globalisasi saat ini sangat dibutuhkan kreasi nilai yang kuat dalam sistem rantai nilai. Sehingga segala jenis bantuan dari pemerintah termasuk Alsintan dapat bermanfat bagi petani atau konsumen.

"Masing-masing pasar yang kontak langsung dengan konsumen mempunyai kekhususan nilai yang dibutuhkan dan harus dikreasi secara sistematis dalam sistem rantai nilai integratif dan kolaboratif serta yang efisien dan efektif," jelasnya kepada media, belum lama ini.

Secara umum, kata Supartha Utama, sistem pertanian di Indonesia memang belum sepenuhnya dalam sistem rantai nilai yang dinamis. Namun, Alsintan adalah alat pendukung yang dapat berperan dalam mengkreasi sebuah sistem nilai yang baik.

"Dalam mengintroduksikan Alsintan harus jelas pendekatan sistemnya, atau harus mampu mengefisienkan dan mengefektifkan sistem rantai nilai dengan tujuan pasar atau konsumen yang jelas," katanya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.