Geregetan Deh, RI Masih Doyan Impor Kedelai

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2022 03:30 WIB
Bulog salurkan 100 ton kedelai dengan harga rendah yang akan didistribusikan ke perajin di Jabar. Distribusi kedelai akan melalui Primkopti di sejumlah wilayah.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perajin tahu tempe bakal dapat bantuan kedelai subsidi dari Perum Bulog. Namun sayangnya, kedelai itu didatangkan dari luar negeri alias impor.

Indonesia memang masih belum mandiri dalam hal ini. Terbaru, kedelai sebanyak 52 ribu ton didatangkan dari Amerika Serikat (AS).

Selain pengadaan dari AS, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan saat ini sedang menjajaki 11 negara untuk impor kedelai.

"Sekarang Bulog sedang menjajaki 11 negara selain AS. Nanti akan kita uji sample-nya. Kita uji kepada teman-teman perajin tahu tempe, (kedelainya) ini bagus untuk tempe atau tahu, atau keduanya. Nanti mana yang mereka pilih," paparnya di Bekasi, Senin (18/4/2022).

Ia mengungkapkan negara-negara tersebut diantaranya adalah India, Brasil, Argentina, dan Australia.

Penyebab ketergantungan kedelai impor ini, diungkapkan Budi, salah satunya karena perbedaan kualitas kedelai antara dalam negeri dan luar negeri.

"Kalau di lokal selalu masih ada daunnya, kotorannya. Tapi kalau yang impor bisa bersih," jelasnya.

Karena itu, serangkaian upaya, menurutnya, harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas kedelai lokal.

Bersambung ke halaman selanjutnya.