Wamendag: Jadi Konsumen Tak Cukup Cuma Cerdas, Tapi...

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2022 16:44 WIB
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga saat berdiskusi dengan perwakilan Pengusaha Senior Hariara Tambunan di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (9/12/2021). Dalam pertemuan ini pemerintah optimistis di Tahun 2022 mendatang ekonomi Indonesia akan bangkit dan para pengusaha juga diminta untuk tetap optimis untuk menjalankan usahanya.
Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Kementerian Perdagangan melakukan perayaan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2022. Dalam acara itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meminta agar dengan adanya peringatan Harkonas dapat membangkitkan kesadaran akan pentingnya hak dan kewajiban kepada konsumen.

"Harkonas bertujuan untuk memasifkan arti pentingnya hak dan kewajiban kepada konsumen, mendorong peningkatan daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri, mendorong produksi dan perdagangan barang/jasa berkualitas dan berdaya saing," kata Jerry dalam keterangannya, Rabu (20/4/2022).

Jerry menyatakan konsumen harus menjadi agen perubahan untuk kegiatan ekonomi Indonesia. Pemerintah akan mendorong pelaksanaan peningkatan perlindungan konsumen.

"Menempatkan konsumen sebagai agen perubahan penentu kegiatan ekonomi Indonesia, mendorong pemerintah melaksanakan tugas peningkatan perlindungan konsumen, serta mendorong jejaring komunitas perlindungan konsumen," ungkap Jerry.

Jerry menyampaikan, melalui Harkonas yang diperingati setiap 20 April, konsumen Indonesia diharapkan semakin sadar akan hak dan kewajibannya untuk menentukan pilihan terbaik serta memiliki nasionalisme tinggi untuk membeli produk dalam negeri.

Konsumen Indonesia merupakan salah satu prioritas yang dilayani dan dilindungi kepentingannya oleh Kemendag. Di samping itu, penduduk Indonesia yang berujumlah 270,2 juta jiwa memiliki peranan penting pada produk domestik bruto (PDB) nasional.

Dari total PDB 2021, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 54,42%. Hal ini berarti perekonomian Indonesia masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Sejauh ini, Indeks Keberdayaan Konsumen Indonesia 2021 sebesar 50,39, yang berada pada level Mampu, dan masih ada dua level lagi di atasnya, yaitu Kritis dan Berdaya.

"Tidak cukup hanya menjadi konsumen cerdas, kita harus cinta dengan produk dalam negeri. Produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri dan kita harus bangga menggunakannya," imbuh Jerry.

Simak video 'DPR Minta Penegakan Hukum Kasus Minyak Goreng Berimbas Harga Turun':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Wamendag: Kripto Bukan untuk Pembayaran, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)