Bos Coca-Cola: Perempuan Tak Cukup Cuma Jadi Ibu Rumah Tangga

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 23 Apr 2022 10:30 WIB
Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Lucia Karina
Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Lucia Karina/Foto: Dok. CCEP Indonesia
Jakarta -

Tuntutan zaman membuat perempuan harus bisa mempunyai penghasilan. Maka perempuan tidak cukup hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Demikian hal itu disampaikan Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Lucia Karina. Ia mengatakan tuntutan zaman juga menuntut perekonomian yang lebih.

Karena itu, perempuan, menurutnya, harus mempunyai penghasilan. Tidak hanya mengandalkan penghasilan suami.

"Nggak cukup itu hanya dari income sang suami. Namun kalau memutuskan untuk tidak bekerja di perusahaan, ada alternatif lain, yaitu, membuka bisnis melalui banyak hal salah satunya adalah jalur UMKM," katanya dalam wawancara bersama detikcom, ditulis Sabtu (23/4/2022).

Dengan demikian perekonomian keluarga bisa terbantu oleh istri. Hal ini, disampaikan Karina menjadi sesuatu yang penting disampaikan ke publik. Terlebih ada beberapa program pemerintah yang menunjang UMKM, sehingga itu bisa menjadi bantuan para perempuan atau ibu rumah tangga terjun ke dalamnya.

"Paling tidak itu membantu, kalau bukan, belum dari sudut atau segi perekonomian secara nasional paling tidak itu secara regional rumah tangganya sendiri sudah terbantu," katanya.

Selain itu, ia berpesan perempuan harus menempuh pendidikan, jika perlu pendidikan setinggi mungkin, meski nantinya ia hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

"Seorang perempuan kalau pun dia memutuskan menjadi sepenuhnya sebagai ibu rumah tangga dia harus mempunyai pendidikan, karena itu berfungsi untuk mendidik anaknya dan juga menjadi penyeimbang suaminya berdiskusi," katanya.

(eds/eds)