China Lockdown, Foxconn Setop Operasi 2 Pabrik iPhone

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 12:35 WIB
Shanghai telah memberlakukan lockdown sejak akhir bulan lalu. Pusat keuangan di Negeri Tirai Bambu itu pun kini sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kota sehari-hari.
Potret Jantung Bisnis China yang Beristirahat Gegara COVID-19/Foto: REUTERS/ALY SONG
Jakarta -

Pabrik utama parakit Apple terbesar, Foxconn Technology Group, menunda operasi dua pabriknya di Kunshan, China. Penghentian produksi di dua pabrik Foxconn Technology itu semakin membebani rantai pasokan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) di wilayah China.

Dikutip dari South Morning China Post, Senin (25/4/2022), Penundaan operasi tersebut telah dilakukan pada Rabu (20/4) lalu, setelah ada pelaporan baru baru COVID-19 di dua pabrik di sana.

Dua pabrik Foxconn, yang terletak di Dianfa dan Fuhong di bagian utara Kunshan, merupakan dua dari empat kampus manufaktur yang dioperasikan oleh perusahaan Taiwan, sebagai Industri Presisi Hon Hai.

Zona Ekonomi Bandara Zhengzhou adalah rumah bagi pabrik perakitan iPhone terbesar di dunia itu. Para staf telah diperintahkan untuk menjalani tes COVID-19 wajib dalam beberapa hari terakhir.

Menurut dua pekerja di pabrik di sana, karyawan yang positif akan dikurung dalam asrama di dalam kampus tersebut. Dalam sebuah pernyataan pemerintah setempat, kedua asrama itu telah dikunci secara ketat sejak Kamis (21/4).

Melansir laman Reuters, salah seorang sumber Foxconn mengatakan operasi pabrik di Kunshan yang membuat peralatan transmisi data dan konektor akan tetap ditutup, sampai pihak berwenang memberikan izin untuk memulai kembali.

China telah memberlakukan lockdown di Shanghai secara ketat, sejak akhir Maret lalu. Hal itu membuat negara tetangga seperti Kunshan juga telah memperketat pembatasan aktivitas warganya

Hal itu lah yang menyebabkan banyak perusahaan Taiwan, untuk menangguhkan operasinya. Lockdown tersebut merupakan upaya untuk mengendalikan wabah COVID-19 terbesar di negara itu, sejak virus pertama kali yang ditemukan pada akhir 2019 di kota Wuhan.

(fdl/fdl)