KPK Lelang Harta Eks Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo, Raup Rp 2,8 Miliar

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 16:28 WIB
Mantan pejabat di Kemenkeu Yaya Purnomo menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ia didakwa menerima suap Rp 300 juta dari eks Bupati Lampung Tengah.
Mantan pejabat di Kemenkeu Yaya Purnomo menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ia didakwa menerima suap Rp 300 juta dari eks Bupati Lampung Tengah.Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melelang sejumlah harta miliki narapidana korupsi Yaya Purnomo dan Sutrisno. Adapun melalui lelang tersebut, KPK dapat meraup dana dengan total nilai Rp 3,4 miliar.

Secara terperinci, hasil lelang aset rampasan milik eks pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo senilai Rp 2,8 miliar dan eks Dirut Hidayah Nur Wahana, Sutrisno, sejumlah Rp 600 juta.

"Tim Jaksa Eksekutor beberapa waktu lalu telah selesai melaksanakan lelang barang rampasan dari terpidana Yaya Purnomo dkk dan berhasil mengumpulkan total Rp 3,4 miliar," ucap Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (25/4/2022).

Sebagai informasi, Yaya Purnomo merupakan terpidana korupsi di perkara Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) dalam APBN tahun 2018. Kemudian, Yaya divonis kurangan 6,5 tahun penjara serta diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan.

Dia terbukti menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 300 juta dari mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa lewat perantara Kadis PUPR Lampung Tengah Taufik Rahman. Suap itu diberikan agar Yaya mengupayakan Kabupaten Lampung Tengah mendapat alokasi anggaran dari DAK dan DID tahun 2018.

Adapun barang hasil lelang milik Yaya Purnomo berupa sebidang tanah yang berlokasi di Jl Dago Pakar Mawar III, Bandung, Jawa Barat dan sebuah tanah dan bangunan di Jl Dago Pakar II. Tak hanya itu, KPK juga melelang sebanyak 57 barang perintilan yang bersifat barang rumah tangga.

"Dari terpidana Yaya Purnomo, sebidang tanah berlokasi di Jalan Dago Pakar Mawar III, Kabupaten Bandung. Kemudian, sebidang tanah dan bangunan berupa rumah yang beralamat di Jl Dago Pakar Mawar II, Kabupaten Bandung. Serta sebanyak 57 item barang rumah tangga seperti, meja makan, tabung gas biru, alat panggang, galon air, dan lain-lain," terang Ali.

Ali menyebut keseluruhan harta rampasan tersebut telah dilelang. Total harga pelelangan itu telah sesuai dengan harga lelang semestinya. "Laku terjual Rp 2,8 Miliar sesuai dengan harga limit," tuturnya.

Sementara itu, untuk aset milik Dirut PT Hidayah Nur Wahana, Sutrisno, dapat dilelang di atas harga batas yang ditentukan. Semula, KPK menetapkan limit pelelangan aset milik Sutrisno senilai Rp 566 juta.

"Dari terpidana Sutrisno dalam perkara TPK pengadaan pupuk di Kementerian Pertanian, laku terjual Rp 600 juta dari harga limit Rp 566 juta," kata Ali.

Aset tersebut adalah sebuah tanah dan bangunan yang terletak di Perumahan Greenhill Residence, Malang. Tidak dijelaskan berapa luas tanah dan bangunan tersebut, tetapi aset tersebut dilengkapi dengan sertifikat hak milik.

"1 buah bidang tanah beserta bangunan yang beralamatkan di Perumahan Greenhill Residence, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sesuai dengan SHM Nomor 2332," terangnya.

Dengan adanya penjualan aset milik terpidana korupsi ini, KPK berharap dapat mengoptimalkan aset recovery. Artinya, KPK dapat berkontribusi untuk pemasukan kas negara.

"Optimalisasi aset recovery dari hasil lelang barang rampasan perkara korupsi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih untuk pemasukan kas negara," imbuh Ali.

(fdl/fdl)