Aliko Dangote, 'Sultan' Afrika yang Hartanya Naik 26 T dalam Setahun

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 20:00 WIB
Aliko Dangote
Aliko Dangote/Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Pandemi COVID-19 hingga Invasi Rusia ke Ukraina telah menyebabkan peningkatan risiko geopolitik, hingga kejatuhan ekonomi termasuk bagi para orang terkaya di dunia. Namun, hal itu justru berbanding terbalik bagi konglomerat asal Afrika bernama Aliko Dangote.

Aliko Dangote adalah orang terkaya di Afrika. Dalam 11 tahun berturut-turut, Aliko Dangote dari Nigeria adalah orang terkaya di benua itu. Ia juga dianggap sebagai orang kulit hitam terkaya di dunia. Dangote merupakan sosok CEO dari produsen semen terbesar di benua Afrika yaitu Dangote Cement.

Dilansir dari Forbes, Senin (25/4/2022), Harta Aliko justru mengalami peningkatan sekitar Rp 26 triliun di tahun ini. Saat ini, kekayaannya tembus US$ 13,9 miliar atau setara Rp 199,4 triliun, dari US$ 12,1 miliar atau setara Rp 173 triliun tahun lalu.

Kenaikan harta Aliko pun terjadi atas hasil lonjakan harga saham perusahaan Dangote Cement miliknya hingga 30%. Lonjakan pembangunan perumahan di Nigeria dan pertumbuhan belanja infrastruktur pemerintah, mendorong permintaan yang lebih tinggi dalam sembilan bulan pertama tahun 2021.

Melansir dari Investopedia, Aliko Dangote memperoleh kekayaannya dengan cara mengimpor dan menjual komoditas pertanian, minyak, gas, barang konsumsi, dan manufaktur.

Diketahui, Ia memiliki 85% saham Dangote Cement yang diperdagangkan secara publik melalui sebuah perusahaan induk. Dangote Cement memiliki kapasitas untuk memproduksi 48,6 juta metrik ton per tahun. Perusahaan itu beroperasi di 10 negara di seluruh Afrika.

Setelah bertahun-tahun dalam pembangunan, pabrik pupuk Dangote di Nigeria mulai beroperasi juga pada pertengahan 2021. Kilang Dangote telah dibangun sejak 2016, dan setelah selesai pembangunan diharapkan Kilang itu menjadi salah satu penyulingan minyak terbesar di dunia.

(fdl/fdl)