ADVERTISEMENT

Jokowi Jengkel Jagung dan Kedelai Masih Impor!

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2022 11:17 WIB
Bulog salurkan 100 ton kedelai dengan harga rendah yang akan didistribusikan ke perajin di Jabar. Distribusi kedelai akan melalui Primkopti di sejumlah wilayah.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram beberapa komoditas pangan yang bisa ditanam di Indonesia tetapi banyak impor. Dia mencontohkan jagung dan kedelai.

"Siapkan kapasitas produksi nasional kita. Buat kebijakan yang berpihak bagi industri substitusi impor, yang memproduksi kebutuhan dalam negeri. Misalnya jagung masih impor, kenapa? Menanam jagung di mana tumbuh, kenapa masih impor?" katanya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, Kamis (28/4/2022).

Selain itu, Jokowi juga menyinggung kedelai yang masih impor. "Padahal banyak lahan sesuai untuk menanamkan kedelai lakukan ini!" lanjutnya

"Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya produk impor!" tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar belanja modal dan jasa harus membeli produk dalam negeri. Jokowi menyebut potensi barang modal dan jasa di pemerintah pusat ada Rp 526 triliun.

"Di daerah Rp 535 triliun artinya Rp 1.062 triliun plus BUMN Rp 420 triliun, ini angka yang besar sekali," ungkapnya.

Untuk itu Jokowi juga mewanti-wanti jangan belanjakan anggaran itu untuk barang-barang impor. Sebab itu dampaknya produksi dalam negeri tidak meningkat.

"Arahkan semuanya pembelian ke produk dalam negeri," tutupnya.

Lihat juga video 'Sederet Barang yang Diimpor Pemerintah hingga Bikin Jokowi Jengkel':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT