Lengkap! Ini Rincian Belanja Pemerintah di 2023, IKN Masuk Daftar

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2022 22:00 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan prasasti bergambar peta Indonesia di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (19/4/2022). Prasasti tersebut dibangun di atas tanah dan air dari 34 provinsi di Indonesia yang telah disatukan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Prasasti Peta Indonesia di Titik Nol IKN Nusantara/Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Pemerintah mematok pagu indikatif untuk belanja negara dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 sebesar Rp 977,1 triliun. Jumlah itu naik 3,20% dari tahun ini yang sebesar Rp 945,8 triliun.

"Pagu indikatif 2023 totalnya untuk belanja K/L Rp 977,1 triliun yang terdiri atas rupiah murni Rp 814,1 triliun dan non rupiah murni Rp 163 triliun," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2022, Kamis (28/4/2022).

Berdasarkan bahan paparannya, belanja itu terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 319,4 triliun dan belanja non operasional Rp 657,7 triliun.

Dalam belanja non operasional, dikhususkan untuk pembangunan ibu kota negara (IKN) baru Rp 27,6 triliun, persiapan pemilu Rp 19,5 triliun dan prioritas lainnya Rp 610,6 triliun.

"Hal-hal khusus dalam penyusunan belanja K/L tahun 2023 seperti arahan Bapak Presiden harus dipertajam dan dalam mempertajam itu kita memperhatikan anggaran untuk ibu kota Nusantara, persiapan pemilu dan tentu untuk prioritas lainnya termasuk penyelesaian pembangunan infrastruktur tahun 2023 dan 2024," tutur Suahasil.

Sementara itu, kebijakan umum belanja K/L di tahun depan adalah untuk meningkatkan kualitas belanja yang lebih efisien, efektif, dan produktif. Lalu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur prioritas.

Tidak hanya sampai di situ, belanja K/L di 2023 juga diarahkan untuk melanjutkan reformasi birokrasi, mendukung pelaksanaan revitalisasi industri, hingga mengembangkan ekonomi hijau.

(aid/ara)